Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenali Body Dysmorphia, Gangguan Mental Parah yang Bisa Bikin Penderitanya Ingin Bunuh Diri

📅 Kamis, 16 Mei 2024, 13:40 WIB | Oleh: Tim Penulis

Mendapatkan bantuan

Banyak dari kita yang merasa tidak percaya diri dengan beberapa aspek dari penampilan kita. Namun bagi sebagian besar dari kita, hal ini tidak menyebabkan tekanan yang ekstrem atau mengganggu kehidupan sehari-hari. Kamu perlu mencoba untuk berbicara dengan seseorang jika kamu merasakan gejala seperti:

    • menghabiskan setidaknya satu jam sehari untuk memikirkan kekurangan penampilanmu
    • merasa bahwa terobsesi dengan kekurangan yang dirasakan dan itu mengganggu aktivitasmu sehari-hari
    • mengalami tekanan emosional yang signifikan sebagai akibat dari obsesi ini.

Penting untuk mengetahui bahwa selalu ada bantuan. Jika kamu tidak yakin harus mulai dari mana, langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah berkonsultasi dengan dokter atau praktisi kesehatan mental. Mereka akan mengajukan pertanyaan tentang gejala-gejala yang kamu alami, bagaimana hal tersebut memengaruhi hidupmu dan apakah kamu pernah berpikir untuk melukai dirimu sendiri. Bisa juga melakukan konsultasi kesehatan mental secara online jika kamu merasa gugup untuk berbicara secara langsung.

Kamu mungkin akan ditawari terapi perilaku kognitif (CBT), yang melibatkan kerja sama dengan terapis untuk membantu memodifikasi pikiran yang mengganggu tentang penampilan dan menghilangkan perilaku bermasalah, seperti memeriksa diri sendiri di cermin. Itu semua tergantung pada tingkat keparahan gejalanya.

Untuk gejala yang lebih parah, kamu mungkin akan ditawari obat seperti fluoxetine, yang akan membantu mengurangi distorsi kognitif dan depresi serta kecemasan, sehingga kamu akan lebih mudah untuk melakukan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Baik CBT maupun obat-obatan efektif untuk mengelola dan mengurangi gejala BDD.

Banyak orang dengan BDD yang menjalani prosedur bedah plastik untuk "memperbaiki" kekurangan yang mereka rasakan, namun cara ini jarang berhasil menangani kondisi tersebut. Bahkan jika seseorang merasa lebih baik dengan bagian tubuh yang "diperbaiki" itu, mereka mungkin kemudian jadi terobsesi dengan bagian tubuh lainnya.

Memiliki BDD bukan berarti kamu sia-sia atau terobsesi dengan diri sendiri, dan itu bukan sesuatu yang harus membuatmu malu. Gangguan dismorfik tubuh tidak mungkin sembuh tanpa pengobatan, oleh karena itu penting untuk mendapatkan bantuan jika kamu mengalami kesulitan.

Rahma Sekar Andini menerjemahkan artikel ini dari bahasa InggrisThe Conversation

Viren Swami, Professor of Social Psychology, Anglia Ruskin University

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Otomotif
Audi Segera Luncurkan SUV P...

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.