Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Konflik Melahirkan 76 Juta Pengungsi Lokal di Seluruh Dunia

📅 Rabu, 15 Mei 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Konflik Melahirkan 76 Juta Pengungsi Lokal di Seluruh Dunia Doc: AFP/JORIS BOLOMEY
Ket. Seorang pria berjalan di kamp pengungsi Adre, Chad, beberapa waktu lalu. Jumlah pengungsi lokal atau Internally Displaced People (IDP) di seluruh dunia mencapai rekor 75,9 juta pada akhir tahun 2023.

JENEWA - Sebuah lembaga pemantau, pada Selasa (14/5), melaporkan konflik di Sudan dan Gaza mendorong jumlah pengungsi lokal atau Internally Displaced People (IDP) di seluruh dunia mencapai rekor 75,9 juta pada akhir tahun 2023.

Dikutip dari The Straits Times, Pusat Pemantauan Pengungsi Internal atau Internal Displacement Monitoring Centre (IDMC) mengatakan angka tersebut merupakan angka tertinggi pada akhir tahun ini, dengan jumlah orang yang mengungsi di dalam negeri mereka sendiri telah meningkat lebih dari 50 persen dalam lima tahun terakhir. "Angka itu naik dari 71,1 juta pada akhir tahun 2022," ujar IDMC.

Meskipun pengungsi adalah mereka yang melarikan diri ke luar negeri, pengungsian lokal mengacu pada perpindahan paksa orang-orang di dalam negara tempat mereka tinggal.

Dalam Laporan Global tentang Pengungsi Internal tahunannya, IDMC mengatakan sebanyak 68,3 juta orang di seluruh dunia terpaksa mengungsi karena konflik dan kekerasan, dan 7,7 juta orang terpaksa mengungsi karena bencana.

Selama lima tahun terakhir, jumlah pengungsi akibat konflik meningkat sebesar 22,6 juta, dengan dua peningkatan terbesar pada tahun 2022 dan 2023.

Pengungsi Tertinggi

Dengan jumlah 9,1 juta jiwa, Sudan memiliki jumlah pengungsi tertinggi yang tercatat di satu negara sejak pencatatan dimulai pada tahun 2008, kata lembaga pemantau tersebut. Hampir setengah dari seluruh pengungsi tinggal di Afrika sub-Sahara.

"Selama dua tahun terakhir, kami telah melihat adanya jumlah orang yang harus meninggalkan rumah mereka akibat konflik dan kekerasan, bahkan di wilayah yang trennya membaik," kata Direktur IDMC, Alexandra Bilak.

"Konflik dan kehancuran yang diakibatkannya, menghalangi jutaan orang untuk membangun kembali kehidupan mereka, seringkali selama bertahun-tahun," kata Bilak.

Lembaga pemantau ini juga melacak jumlah perpindahan domestik, setiap perpindahan paksa baru yang dilakukan seseorang di dalam wilayah mereka, orang bisa mengungsi beberapa kali.

Pada tahun 2023, terdapat 46,9 juta perpindahan manusia secara paksa, sebanyak 20,5 juta pengungsi internal karena konflik dan kekerasan, dan 26,4 juta karena bencana.

Pertempuran di Sudan, Republik Demokratik Kongo, dan wilayah Palestina menyumbang hampir dua pertiga perpindahan orang baru akibat konflik pada tahun 2023.

Di Jalur Gaza, 1,7 juta warga Palestina menjadi pengungsi internal pada akhir tahun 2023, dengan 3,4 juta perpindahan baru. Perang Gaza paling berdarah yang pernah terjadi terjadi pada bulan Oktober tahun 2023.

Sepanjang tahun 2023, terdapat enam juta perpindahan paksa orang yang disebabkan oleh kekerasan di Sudan, lebih banyak dibandingkan gabungan 14 tahun sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

56 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.