Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Maros Minta Telusuri Kematian Massal Ikan di Sungai Marana

📅 Selasa, 14 Mei 2024, 00:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bupati Maros Minta Telusuri Kematian Massal Ikan di Sungai Marana Doc: Antara/ Suriani Mappong
Ket. Ilustrasi muara sungai di Kabupaten Maros.

Maros - Bupati MarosHAS Chaidir Syam meminta pihak terkait menelusuri penyebab kematian ikan di muara Sungai Marana, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros yang diduga disebabkan toksik atau racun dari zat kimia.

"Kami sudah menerima laporan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Maros yang telah melakukan uji sampel pada air dan ikan mati," kata Chaidir di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin.

Dia mengatakan, dari hasil uji sampel itu tidak ada indikasi bakteri berpendar ditemukan di perairan tersebut yang berpotensi menimbulkan penyakit pada organisme akuatik.

Karena itu, lanjut dia, kematian ikan massal diasumsikan bukan terjadi karena aspek penyakit, tapi diduga karena toksik.

Dugaan sementara penyebab kematian ikan adalah adanya toksik dalam jumlah konsentrasi yang besar masuk ke dalam perairan itu.

Sementara kuat dugaan zat toksik ini muncul bukan karena proses alamiah dalam perairan.

Dengan demikian, lanjut dia, ada perubahan lingkungan sungai yang mengakibatkan kematian, bukan berasal dari aktivitas budidaya di tambak. Justru para pembudidaya perlu waspada untuk memasukkan air dari sungai ke tambak-tambak mereka.

Selama kegiatan sampling, diketahui kejadian di muara Sungai Marana terjadi pada saat pasang.
Dalam hal ini ikan-ikan yang mati berasal dari pesisir yang masuk ke muara sungai.

Sementara jenis-jenis ikan yang mati yang ditemukan secara umum adalah jenis ikan muara, bukan jenis ikan yang dipelihara di tambak warga.

Hal itu dibenarkan salah seorang petambak di Desa Marannu, Kecamatan Lau, Maros, Mustari.

Dia mengatakan, ikan yang banyak ditemukan mati adalah ikan yang hidupnya di muara sungai, bukan yang dari tambak. Namun kalaupun ada ikan di tambak yang ikut mati, boleh jadi karena ada ikan muara yang masuk ke tambak saat pasang dan mencemari ikan lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.