Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rusia Luncurkan Corak Jet Siluman Su-57 Edisi Khusus Perang Dunia II

📅 Senin, 13 Mei 2024, 05:21 WIB | Oleh:

Pada bulan Maret 1943, tak lama setelah Pertempuran Stalingrad yang terkenal kejam, ia memulai serangan pertamanya sebagai pilot pengejar. Sayangnya, pesawat Lavochkin La-5 miliknya mengalami kerusakan, dan selama perjalanan pulang, ia nyaris terkena tembakan antipesawat.

Daftar pencapaian Kozhedub di angkasa sungguh melegenda. Dia adalah pilot Soviet pertama yang menembak jatuh Messerschmitt Me-262 Jerman.

Dia terlibat dalam berbagai pertempuran udara sepanjang perang, menjatuhkan pesawat musuh dengan ketepatan dan keterampilan yang tak tertandingi. Keahliannya di kokpit dengan cepat membuatnya mendapatkan promosi dan penghargaan, yang berpuncak pada pengangkatannya sebagai komandan skuadron.

Pada bulan Februari 1945, ia menembak jatuh Messerschmitt-262 yang dikemudikan oleh Karl Lange, pilot terkenal Angkatan Udara Jerman, Luftwaffe. Terlepas dari teknologi musuh yang canggih, penguasaan Kozhedub dalam pertempuran udara tetap unggul, menggarisbawahi statusnya sebagai jagoan sejati.

Selain prestasi tempurnya, kerendahan hati dan integritas Kozhedub membedakannya dari rekan-rekannya. Dia tidak pernah menyombongkan kemenangannya dan selalu mempertanyakan nasib pesawat musuh yang dia tembak jatuh, sehingga mendapatkan rasa hormat dan kekaguman dari semua orang yang mengenalnya.

Bahkan setelah perang, Kozhedub terus mengabdi pada negaranya dengan istimewa. Sebagai seorang pilot jet tempur, ia memainkan peran penting dalam konflik seperti Perang Korea, dimana kepemimpinan dan keahliannya terbukti sangat berharga.


Dia memimpin satu skuadron pilot Soviet yang terlibat dalam pertempuran dengan Sabre Amerika di langit Korea dan mencapai keberhasilan penting melawan pesawat musuh.

Hingga tahun 1969, Kozhedub secara rutin mengemudikan pesawat tempur dan menunjukkan penguasaan atas berbagai model pesawat. Penerbangan terakhirnya dilakukan dengan MiG-21.

Kontribusi Kozhedub kepada negaranya semakin diakui dengan pengangkatannya sebagai Marsekal Penerbangan. Ia juga terpilih untuk menjabat empat periode berturut-turut di parlemen Uni Soviet. Warisannya sebagai pahlawan nasional bertahan lama setelah kematiannya, dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang.

Dalam sebuah wawancara , Mayor Jenderal Vladimir Popov, Pilot Militer Terhormat Federasi Rusia, berbagi kekagumannya pada Ivan Kozhedub. "Bagi generasi kita (tahun 1960-an), yang memimpikan langit ketika masih anak-anak, orang-orang seperti Kozhedub sudah menjadi legenda. Orang bisa memandangnya dengan kagum. Bagi kami, ini adalah puncak keterampilan tempur dan kepribadian heroik yang tidak dapat dicapai. Dia adalah bintang penuntun yang dengannya seseorang dapat memilih jalur yang tepat dalam dunia penerbangan."

Jagoan legendaris Perang Dunia II ini dianugerahi serangkaian penghargaan yang luar biasa, termasuk dua Ordo Lenin, tujuh Ordo Spanduk Merah, Ordo Alexander Nevsky, Ordo Perang Patriotik Tingkat Pertama, dua Ordo Merah. Bintang, Ordo "Untuk Pelayanan kepada Tanah Air di Angkatan Bersenjata Uni Soviet" tingkat II dan III, serta berbagai medali dan penghargaan asing.

Pada 12 Agustus 1991, Ivan Nikitovich Kozhedub meninggal dunia, meninggalkan warisan keberanian, kehormatan, dan pengorbanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...
Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...
MILITER

Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS

47 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Militer Korsel Nyaris Temba...
Ekonomi
XL Dinobatkan Sebagai Best ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.