Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPPU-Bea Cukai Cegah Persaingan Usaha dari Impor Ilegal

📅 Jumat, 10 Mei 2024, 09:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
KPPU-Bea Cukai Cegah Persaingan Usaha dari Impor Ilegal Doc: istimewa

JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meningkatkan kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) untuk mencegah potensi adanya persaingan usaha tidak sehat dari barang-barang hasil impor ilegal.

Ketua KPPU M Fanshurullah Asa dalam keterangan di Jakarta, Rabu (8/5), mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Bea Cukai Askolani sebagai salah satu upaya mencegah adanya persaingan usaha tidak sehat akibat impor produk ilegal.

"Kami sudah menemui Direktur Jenderal Bea Cukai (Askolani), Selasa (7/5), sebagai upaya peningkatan kolaborasi dengan Bea Cukai untuk mencegah usaha tidak sehat akibat impor ilegal," kata Fanshurullah.

Fanshurullah menyampaikan pertemuan yang dilakukan pihaknya sebagai langkah mensinergikan tugas kedua lembaga tersebut demi efisiensi dan kemajuan perekonomian nasional.

"Khususnya dalam mencegah persaingan usaha tidak sehat seperti predatory pricing sebagai akibat impor produk secara ilegal," ujar Fanshurullah.

Dia menuturkan bahwa pihaknya bersama Bea Cukai sebelumnya menjalin kerja sama secara formal sejak 2017 melalui nota kesepahaman dengan antara KPPU dan Kementerian Keuangan.

Kerja sama tersebut utamanya ditujukan untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penegakan hukum persaingan usaha melalui pertukaran data dan informasi.

"Tercatat berbagai kegiatan pertukaran data telah dilaksanakan dalam berbagai kasus yang ditangani KPPU, utamanya di sektor pangan dan perikanan. KPPU juga menggarisbawahi pentingnya pengawasan kemitraan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan eksportir dalam memasuki pasar global," jelas Fanshurullah.

Kedua Lembaga juga mengangkat pentingnya sinergi dalam menjaga pelaku UMKM dari fenomena masuknya barang murah melalui impor, khususnya oleh transaksi elektronik melalui loka pasar (marketplace).

Keberadaan loka pasar, menurut Fanshurullah, akan mempercepat barang masuk ke Indonesia dan dapat mempersulit pengawasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.