Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mukomuko Adakan Gerakan 'Jumat Bersih' Cegah Penyebaran DBD

📅 Kamis, 09 Mei 2024, 17:24 WIB | Oleh:
Mukomuko Adakan Gerakan 'Jumat Bersih' Cegah Penyebaran DBD Doc: ANTARA/Ferri
Ket. Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko melakukan fogging fokus di permukiman penduduk, Jumat (1/3).

MUKOMUKO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, melakukangerakan "Jumat Bersih" di seluruh desa guna mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di daerah ini."Gerakan 'Jumat Bersih' sebagai langkah pencegahan penyebaran DBDdi Kabupaten Mukomuko," kata Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Mukomuko Ruli Herlindo, di Mukomuko, Kamis.Pemerintah Kabupaten Mukomukoberkomitmen melakukan empat langkah penanggulangan DBD, yakni pembentukan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga kelurahanatau desa.

Kemudian gerakan satu rumah satu jumantik dan menetapkan satu orang dalam setiap rumah sebagai kader pemantau jentik nyamuk yang menjadi penyebab DBD, gerakan "Jumat Bersih", dan pelayanan pengasapan ataufogging.

"Untuk pembentukan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD dan gerakan satu rumah satu jumantik membutuhkan waktu panjang dan kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap," ujarnya.

Untuk itu, Dinkes Mukomuko berkunjung ke 17 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan untuk melakukan gerakan "Jumat Bersih" di wilayahnya guna mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk yang menjadi penyebab DBD.

Selanjutnya, kata dia, pihak puskesmas bekerja sama dengan pemerintah desa untuk menggerakkan warga guna melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara gotong royong dan rutin setiap hari Jumat.

Menurut dia, Dinkes Mukomuko telah menangani sebanyak 299 kasus DBDpada periode bulan Januari hingga April 2024.

Dari sebanyak 299 kasus ini, katanya, ada empat penderita DBD di daerah ini meninggal dunia, meskipuntelah ditangani oleh tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko.

Dari empat penderita DBD yang meninggal dunia itu, awalnya ada dua penderita yang dilaporkan meninggal dunia, yakni Karmilah (51) warga Kecamatan Selagan Raya dan bayi berusia 11 bulan bernama Kaisan Gilbi Giffani warga Wonosobo.

Sebelum dua penderita DBD itu meninggal dunia, kata dia, mereka terlebih dahulu mendapatkan perawatan di RSUD Mukomuko.

"Bayi bernama Kaisan Gilbi awalnya dirawat di RSUD Mukomuko, kemudian bayi ini dirujuk di rumah sakit di Padang, Sumatera Barat, tetapi meninggal dunia," ujarny

Kemudian ada satu lagi penderita DBD yang meninggal dunia, yakni Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Pemerintah Kabupaten Mukomuko Hery Afian Efendi (48).

"Dan ada satu lagi penderita DBD dari Kota Praja, Kecamatan Air Manjuto yang meninggal dunia," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Intervensi Terpadu untuk Me...
Megapolitan
Tim Catur DKI Jakarta Gelar...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.