- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Perpanjang Kebija...
Tiongkok Perpanjang Kebijakan Bebas Visa untuk 12 Negara
Rabu, 08 Mei 2024, 13:19 WIBBEIJING - Tiongkok memperpanjang kebijakan bebas visa untuk 12 negara di Eropa dan Asia setelah kunjungan Presiden Xi Jinping ke Prancis.
"Tiongkok memutuskan untuk memperpanjang kebijakan pembebasan visa kunjungan jangka pendek bagi warga negara dari 12 negara yaitu Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, Malaysia, Swis, Irlandia, Hongaria, Austria, Belgia, dan Luksemburg hingga 31 Desember 2025," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian dalam konferensi pers rutin di Beijing, Selasa (7/5).
Hingga saat ini, Tiongkok sudah menerapkan kebijakan bebas visa kepada lebih dari 160 negara, beberapa di antaranya adalah kebijakan bebas visa timbal balik tetapi sebagian adalah bebas visa unilateral (satu pihak).
"Pemegang paspor biasa dari negara-negara tersebut dibebaskan dari visa untuk masuk ke Tiongkok dan tinggal tidak lebih dari 15 hari untuk tujuan bisnis, pariwisata, kunjungan keluarga dan transit," ungkap Lin Jian.
Kebijakan bebas visa ke negara-negara Eropa dilakukan setelah kunjungan diplomatik Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang ke sejumlah negara Eropa pada Januari 2024.
Di Asia Tenggara, sudah diberlakukan perjanjian timbal balik bebas visa untuk warga negara Thailand, Malaysia dan Singapura selama 30 hari mulai 9 Februari 2024, sementara di Eropa ada bebas visa selama 15 hari bagi warga negara Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, Swiss, Irlandia, Hongaria, Austria, Belgia dan Luksemburg.
Wisatawan asal Amerika Serikat (AS) masih memerlukan visa untuk masuk ke Tiongkok, dengan proses aplikasinya yang telah disederhanakan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bijak Bermedsos, Psikolog Ingatkan Perilaku di Media Sosial Cerminkan Karakter dan Integritas Seseorang
-
Singapura Gandeng Tiongkok Perkuat Teknologi Nuklir
-
Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan
-
Nagasaki Peringati 81 Tahun Peristiwa Bom Atom AS di Tengah Gejolak Geopolitik Global
-
Kematian Arsitek Ekonomi Zhu Rongji Membuka Fase 'Superpolitik' Tiongkok
-
Respon Gempa 7,7 M NTT, Dompet Dhuafa Kirim Relawan dan Dirikan Posko Darurat
-
Kanada Dituding Bantu Tiongkok Hindari Tarif AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.