Lama Melajang akan Membuat Anda Bahagia, Benarkah?
📅 Rabu, 08 Mei 2024, 11:17 WIB | Oleh: Tim PenulisLebih jauh lagi, menjalin hubungan romantis bukanlah obat mujarab. Berada dalam hubungan yang tidak bahagia dikaitkan dengan kepuasan hidup yang lebih buruk dibandingkan menjadi lajang.
Penting juga untuk diingat bahwa orientasi keterikatan tidak selalu tetap. Orientasi bisa berubah sebagai respons terhadap peristiwa kehidupan.
Demikian pula, perilaku sensitif dan responsif dari orang terdekat dan merasa dicintai dan diperhatikan oleh orang terdekat dapat meredakan kekhawatiran mendasar akan keterikatan dan menumbuhkan keamanan keterikatan seiring berjalannya waktu.
Penelitian kami adalah penelitian pertama yang meneliti keragaman gaya keterikatan di antara orang dewasa lajang. Temuan kami menyoroti bahwa banyak orang lajang merasa aman dan berkembang. Namun, lebih banyak lagi upaya yang dapat dilakukan untuk membantu para lajang yang merasa tidak aman menjadi lebih aman dan bahagia.![]()
Sebaiknya Anda baca juga:
Christopher Pepping, Associate Professor in Clinical Psychology, Griffith University; Geoff Macdonald, Professor of Psychology, University of Toronto; Tim Cronin, Lecturer in Clinical Psychology, La Trobe University, dan Yuthika Girme, Associate Professor, Department of Psychology, Simon Fraser University
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!