Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Kuningan Serahkan Bantuan Pompa Air untuk Kelompok Tani

📅 Minggu, 05 Mei 2024, 19:29 WIB | Oleh:
Pemkab Kuningan Serahkan Bantuan Pompa Air untuk Kelompok Tani Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Kuningan
Ket. Sekda Kuningan Dian Rachmat Yanuar (tengah duduk topi putih) saat menyerahkan bantuan pompa air bagi petani di Kuningan, Jawa Barat, Minggu (5/5).

KUNINGAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan, Jawa Barat, menyerahkan bantuan berupa 123 unit pompa air kepada lima kelompok tani di daerahnya sebagai upaya untuk meningkatkan produksi padi yang ditanam pada areal sawah tadah hujan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan Dian Rachmat Yanuar di Kuningan, Minggu, mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyukseskan penyelenggaraan program perluasan areal tanam (PAT) melalui pompanisasi.

Dian menyebutkan dengan adanya program itu, petani diharapkan mampu menanam padi sampai dua kali atau lebih dalam setahun sehingga capaian produksi panen bisa meningkat.

"Bantuan dari Kementerian Pertanian ini tujuannya untuk merealisasikan perluasan areal tanam terutama untuk daerah sawah tadah hujan. Jadi diharapkan petani bisa dua kali tanam atau bahkan lebih dalam kurun waktu satu tahun," katanya.

Menurut dia, ada dua kecamatan di Kabupaten Kuningan yakni Cidahu dan Kecamatan Kalimanggis yang menjadi sasaran utama dari program tersebut.

Setelahnya, Dian memastikan bahwa areal sawah tadah hujan di kecamatan lainnya, akan diakomodir untuk tersentuh program pompanisasi itu.

"Program PAT lewat pompanisasi ini bisa berpengaruh terhadap ketersediaan pangan. Baik di tingkat desa, kecamatan ataupun Kabupaten Kuningan," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Wahyu Hidayah menjelaskan pompanisasi merupakan salah satu solusi untuk menjaga lahan pertanian tetap produktif, saat dihadapkan pada masalah cuaca.

Apalagi sawah tadah hujan di Kabupaten Kuningan, kata dia, hanya mengandalkan pengairan dari beberapa sumber air permukaan seperti sungai, embung dan waduk.

"Dengan pompanisasi, optimalisasi pengairan untuk sawah tadah hujan bisa berjalan. Dampaknya tentu pada peningkatan indeks pertanaman," tuturnya.

Wahyu menambahkan Pemkab Kuningan berkomitmen untuk terus mendukung dan memajukan sektor pertanian, demi terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan.

"Kegiatan PAT melalui pompanisasi ini diharapkan mampu meningkatkan produksi beras dan memperkuat ketahanan pangan secara mandiri," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.