Model Iklan 'AI' di Jepang Ciptakan Peluang dan Kekhawatiran
📅 Sabtu, 04 Mei 2024, 02:50 WIB | Oleh: AndesHampir 60 persen responden survei anggota asosiasi ini menyuarakan keprihatinan. Mereka juga mengkhawatirkan pelanggaran hak paten anggotanya. Morisaki telah menemukan bahwa fotonya digunakan untuk melatih AI.
Ia menambahkan bahwa para penampil di Jepang kerap bekerja tanpa menandatangani kontrak atau klausul yang menyerahkan semua hak paten mereka. Morisaki mengatakan para artis sudah dalam posisi yang lemah dan perkembangan terbaru ini akan makin memperburuk kondisi mereka.
Sementara itu Aoi Ueda, seorang pengacara spesialisasi isu terkait AI dan industri hiburan, menegaskan minimnya perlindungan hukum bagi para artis. "Para penampil terkenal barangkali tidak terpengaruh, tetapi mereka yang kurang terkenal mungkin jadi lebih rentan. Hanya manusia yang benar-benar dapat menciptakan sesuatu dari nol," kata dia. NHK/And
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!