Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Vasa, Kapal Perang yang Tenggelam dalam Pelayaran Perdananya

📅 Kamis, 02 Mei 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Vasa, Kapal Perang yang Tenggelam  dalam Pelayaran Perdananya Doc: afp/ JONATHAN NACKSTRAND

Nasib sial menyertai kapal perang Vasa. Baru selemparan batu dari lokasi peluncurannya, kapal itu miring lalu tenggelam. Ambisi raja Swedia dalam strategi pada ekspansi angkatan laut menyebabkan pengabaian pada sisi stabilitas dan beban struktur atas lambung kapal.

Pada 10 Agustus 1628, kapal perang Vasa akan memulai pelayaran perdananya dari Pelabuhan Stockholm. Acara ini bukan sekedar uji kemampuan kapal, tetapi juga pertunjukkan kekuatan Angkatan Laut Swedia secara besar-besaran.

Kapal yang dilengkapi peralatan lengkap dan membawa awak sekitar 150 orang bersama dengan para tamu, berangkat dengan mewah mencerminkan ekspektasi tinggi yang diberikan padanya. Setelah membuang sauh dan berlayar sejauh 1.300 meter dari Pelabuhan Stockholm tempatnya diluncurkan, kapal itu miring lalu tenggelam.

Bencana yang terjadi dengan cepat dan tidak terduga disebabkan oleh hembusan angin menerpa layar. Akibatnya posisi kapal condong ke sisi kiri dan akhirnya terguling. Layarnya jatuh ke air lalu dalam waktu cepat lambungnya terisi air.

Bagi kapal, terpaan angin yang kencang adalah hal biasa dan didesain untuk menghadapinya. Namun karena cacat dalam desain yang dialami Vasa, menjadi stabilitasnya sangat rapuh dan sangat tidak layak untuk mengarungi lautan.

Saat Vasa terguling, air mulai membanjiri bagian bawah meriam. Titik ini umumnya dibiarkan terbuka untuk memberi hormat saat kapal berangkat. Lubang tembak yang terbuka ini, sebuah praktik yang biasa terjadi pada keberangkatan kapal, mengubah situasi yang berisiko menjadi bencana.

Masuknya air dengan cepat menggoyahkan keseimbangan kapal yang sudah genting, sehingga mempercepat tenggelamnya kapal. Akhirnya Vasa beristirahat dalam waktu lama di garis pantai, tidak jauh dari galangan kapal tempat kapal itu dibangun dan diluncurkan.

Kondisi perairan Pelabuhan Stockholm, meski tidak terlalu dalam, cukup untuk menenggelamkan kapal sepenuhnya. Jumlah korban tewas sekitar 30 hingga 50 orang di dalamnya, termasuk awak kapal, perempuan dan anak-anak. Sementara sebagian besar meriam perunggunya yang berharga berhasil diselamatkan sebelum kapal benar-benar tenggelam pada hari yang sama dengan peluncuran itu.

Kapal perang ini dibangun atas perintah Raja Swedia, Gustavus Adolphus, sebagai bagian dari ekspansi militer yang ia mulai dalam perang dengan Polandia-Lithuania (1621-1629). Kapal ini dibangun di galangan Angkatan Laut di Stockholm berdasarkan kontrak dengan pengusaha swasta pada tahun 1626-1627.

Untuk keperluan militer, Vasa dipersenjatai terutama dengan meriam perunggu yang dibuat di Stockholm secara khusus untuk kapal tersebut. Dihiasi berbagai simbol mewah sebagai wujud ambisi raja untuk negara Swedia dan dirinya sendiri.

Setelah selesai, kapal ini disebut menjadi salah satu kapal bersenjata paling kuat di dunia. Namun dari sudut pandang desain kapal masa kini, Vasa sangat tidak stabil karena terlalu banyak beban di struktur atas lambung kapal. Meskipun stabilitasnya kurang, kapal itu dipaksa untuk tetap berlayar.

Perintah untuk tetap berlayar merupakan hasil kombinasi beberapa faktor. Raja, yang memimpin pasukan di Polandia pada saat pelayaran perdananya, tidak sabar melihatnya mengambil posisinya sebagai andalan armadacadangan di Älvsnabben di Kepulauan Stockholm.

Pada saat yang sama, bawahan raja tidak memiliki keberanian politik untuk membahas masalah kapal secara terbuka atau menunda pelayaran perdananya. Sebuah penyelidikan diselenggarakan oleh Dewan Penasihat Swedia untuk menemukan mereka yang bertanggung jawab atas bencana tersebut telah dibentuk, namun pada akhirnya tidak ada yang dihukum.

Pembangunan Vasa dilakukan untuk menghadapi musuh-musuh Swedia. Ketika itu pada awal abad ke-17 di Eropa merupakan periode perubahan dan konflik yang signifikan. Benua ini berada di tengah-tengah Perang Tiga Puluh Tahun (1618-1648), sebuah konflik dahsyat yang melibatkan sebagian besar negara-negara besar pada masa itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

46 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.