Ekspor CPO pada Februari 2024 Turun Jadi 2,17 Juta Ton

Rabu, 01 Mei 2024, 13:07 WIB

JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyebutkan realisasi ekspor minyak sawit mentah (CPO) selama Februari 2024 mencapai 2,17 juta ton turun 26,48 persen dibandingkan Januari tahun ini (mtm) sebanyak 2,81 juta ton.

Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono, di Jakarta, Selasa (30/4), menyatakan secara volume, penurunan terbesar terjadi pada olahan CPO dari 1,93 juta ton menjadi 1,49 juta ton, diikuti dengan CPO dari 367 ribu ton menjadi 152 ribu ton dan oleokimia dari 393 ribu ton menjadi 364 ribu ton.

Ket. Foto: Aktivitas pengapalan komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Pelabuhan Dumai, Riau. PTPN V sepanjang tahun ini telah mengekspor 20.000 ton CPO ke India dan Eropa serta berhasil memperoleh devisa hingga 18,22 juta dolar AS. — Sumber: ANTARA/HO-PTPN V Pekanbaru

Sementara itu, katanya pada Halalbihalal Gapki dengan Media, ekspor olahan PKO naik dari 106 ribu ton pada Januari menjadi 129 ribu ton pada Februari 2024.

"Akibat dari penurunan volume yang besar tersebut, nilai ekspor bulan Februari hanya mencapai 1,80 miliar dolar AS," katanya pula.

Besaran nilai ekspor tersebut, ujarnya pula, turun dari 2,30 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada Januari 2024, meskipun harga CPO cif Rotterdam naik dari 958 dolar AS/ton menjadi 965 dolar AS/ton.

Menurut Mukti, penurunan volume ekspor dari bulan Januari ke Februari yang terbesar terjadi untuk tujuan India yakni sebesar 287 ribu ton dari 527 ribu ton menjadi 240 ribu ton (54,45 persen), diikuti tujuan Pakistan sebesar 97 ribu ton dari 284 ribu ton menjadi 187 ribu ton (34,15 persen).

Kemudian tujuan Afrika sebesar 91 ribu ton dari 639 ribu ton menjadi 548 ribu ton (14,24 persen), tujuan China sebesar 49 ribu ton dari 375 ribu ton menjadi 326 ribu ton (13,07 persen), Bangladesh sebesar 43 ribu ton dari 77 ribu ton menjadi 34 ribu ton (55,84 persen) serta Uni Eropa (EU) sebesar 27 ribu ton dari 368 ribu ton menjadi 341 ribu ton (7,34 persen).

Secara year on year (YoY) sampai dengan bulan Februari 2024 terhadap 2023, ekspor tujuan Pakistan meningkat 54,93 persen dari 304 ribu ton menjadi 471 ribu ton, tujuan EU naik 2,20 persen dari 909 ribu ton menjadi 929 ribu ton.

Sedangkan ekspor untuk tujuan China turun 47,37 persen dari 1.332 ribu ton menjadi 701 ribu ton, tujuan Bangladesh turun 42,78 persen dari 194 ribu ton menjadi 111 ribu ton, tujuan Afrika turun 19,24 persen dari 769 ribu ton menjadi 621 ribu ton, dan tujuan India turun 17,45 persen dari 928 ribu ton menjadi 766 ribu ton.

Menyinggung produksi CPO secara nasional, mantan Sekretaris Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian itu menyebutkan pada Februari 2024 diperkirakan turun 8,25 persen dibandingkan Januari tahun ini.

Volume produksi pada Februari, ujarnya pula, mencapai 3,88 juta ton lebih rendah dari bulan sebelumnya sebanyak 4,23 juta ton, begitu pula dengan produksi PKO diperkirakan turun sekitar 8,24 persen dari 402 ribu ton menjadi 369 ribu ton.

"Turunnya produksi ini disebabkan antara lain jumlah hari kerja pada bulan Februari yang lebih sedikit dibandingkan bulan Januari," ujarnya.

Total konsumsi dalam negeri pada bulan Februari juga mengalami penurunan 4,02 persen dibandingkan bulan Januari 2024 yaitu dari 1,94 juta ton menjadi 1,86 juta ton.

Konsumsi pada bulan Februari untuk pangan, oleokimia dan biodiesel mengalami penurunan secara berurutan menjadi 769 ribu ton, 175 ribu ton dan 920 ribu ton dari 800 ribu ton, 187 ribu ton dan 957 ribu ton pada bulan Januari atau turun masing-masing sebesar 3,87 persen, 6,42 persen dan 3,77 persen.

"Penurunan konsumsi juga antara lain disebabkan jumlah hari kalender Februari yang lebih sedikit dari bulan Januari," katanya lagi.

Dengan stok awal Februari sebesar 3.032 ribu ton, produksi CPO dan PKO 4.252 ribu ton, konsumsi dalam negeri 1.864 ribu ton dan ekspor 2.166 ribu ton, ujarnya pula, maka stok akhir Februari 2024 diperkirakan sekitar 3.259 ribu ton atau meningkat sekitar 7,49 persen dibandingkan stok Januari 2024.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

228.016 Calon Siswa Lolos SPMB SMA dan SMK Negeri Jateng Tahun Ajaran 2026/2027.

Generasi Muda Disebut Paling Rentan Mengalami Gangguan Mental di Lingkungan Kerja.

Dinkes Maluku Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Sejak Dini Lewat Open Clinic Day.

118 Ijazah Siswa dari 11 Madrasah Ditebus, Pemkot Jakbar Gandeng Kemenag dan Baznas Bazis.

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.