Fasilitas Penunjang 'Start Up' Akan Dibangun di IKN

Senin, 29 Apr 2024, 00:01 WIB

JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) tengah mencanangkan pembangunan pusat riset dan kampus start up sebagai tempat perpaduan antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan bertajuk Nusantara Knowledge Hub atau K-Hub.

"Sudah ada Stanford University yang akan berpartisipasi. Tujuh kampus besar nasional juga telah melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Otorita IKN dalam rangka pengembangan riset di IKN," ujar Deputi bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Prof Mohammed Ali Berawi, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (27/4).

Ket. Foto: PROF MOHAMMED ALI B Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN - Tujuh kampus besar nasional juga telah melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Otorita IKN dalam rangka pengembangan riset di IKN. — Sumber: ISTIMEWA

Seperti dikutip dari Antara, Ali mengatakan lebih dari 40 perusahaan teknologi global dan pelaku industri telah menyatakan ketertarikan berpartisipasi dalam pembangunan IKN.

"Hal ini menjadi potensi bagi pengembangan Nusantara K-Hub sebagai pusat pengetahuan dan teknologi berkelanjutan, seperti halnya dengan Station-F di Paris, Prancis, dan Newlab di New York, Amerika Serikat," katanya.

Ali mengungkapkan IKN akan menjadi living lab atau laboratorium hidup bagi pengembangan teknologi, di mana riset dan inovasi menjadi salah satu pembangkit ekonomi ke depan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Otorita IKN mengembangkan Nusantara Knowledge Hub (K-Hub), konsorsium yang terdiri dari pemerintah, industri, serta institusi pendidikan dan pusat riset.

Fasilitas Pendidikan

Pada groundbreaking keenam nanti direncanakan untuk membangun fasilitas pendidikan dan pusat riset di IKN, termasuk sekolah, universitas, serta pusat riset yang melibatkan Stanford Doer School of Sustainability bersama perusahaan BUMN dan swasta.

"Nusantara K-Hub seperti halnya Newlab di New York dan Station-F di Paris, merupakan upaya pemerintah untuk pengembangan pengetahuan dan teknologi terkini serta memfasilitasi perusahaan rintisan. Melalui Nusantara K-Hub, OIKN mengundang industri, perusahaan rintisan, serta institusi pendidikan dan teknologi untuk melakukan pembangunan brainware, peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan kinerja bisnis di Indonesia," kata Ali.

Sebelumnya, Ali mengatakan OIKN menjajaki kerja sama dengan IBM dan New York Office for Technology and Innovation (NYC OTI) Amerika Serikat. "Ibu Kota Nusantara merupakan bentuk proses transformasi kerja melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan kapasitas SDM dalam penguasaan dan pengembangan teknologi," ujar Ali.

Ali mengajak perusahaan global dan kolaborator internasional dalam membangun IKN. Delegasi OIKN dipimpin Ali mengunjungi IBM dan NYC OTI dalam rangkaian kegiatan Smart City Reverse Trade Mission (RTM) di Amerika Serikat.

Dari hasil pertemuan antara OIKN dan pihak IBM yang juga dihadiri oleh Vice President (VP) Engineering IBM Suzanne Livingston, General Manager of IBM APAC Paul Burton, dan Solution Architect IBM Tim Durniak maka direncanakan untuk dapat melakukan proof of concept (POC) teknologi manajemen aset berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan untuk dapat diuji coba di IKN.

"Penggunaan teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan kota melalui kemampuan analitik prediktif, khususnya di sektor keberlanjutan pelayanan kota," kata Ali.

Dalam kesempatan sama, Senior Vice President dan Chief Commercial Officer IBM, Rob Thomas, mengatakan mengenai kontribusi IBM untuk dapat berpartisipasi dalam pengembangan teknologi di IKN. Tiga teknologi yakni hybrid cloud, artificial intelligence, dan quantum computing menjadi fokus dalam pengembangan teknologi IBM.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.