Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO: Vaksin Menyelamatkan 154 Juta Nyawa dalam 50 Tahun

📅 Jumat, 26 Apr 2024, 00:00 WIB | Oleh:
WHO: Vaksin Menyelamatkan 154 Juta Nyawa dalam 50 Tahun Doc: ISTIMEWA
Ket. Seorang siswi menerima vaksin campak di sekolah di Irak.

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO) mengatakan upaya imunisasi global telah menyelamatkan setidaknya 154 juta jiwa dalam 50 tahun terakhir. Sebagian besar penerima manfaat adalah bayi. Jumlah tersebut setara dengan enam nyawa yang diselamatkan setiap menit setiap tahun selama setengah abad.

Dikutip dari The Straits Times, dalam penelitian yang diterbitkan di Lancet, WHO memberikan analisis komprehensif tentang dampak 14 vaksin yang digunakan di bawah Program Perluasan Imunisasi atau Expanded Programme on Immunisation (EPI), yang merayakan hari jadinya yang ke-50 pada bulan Mei.

"Berkat vaksin ini, anak yang lahir hari ini memiliki kemungkinan 40 persen lebih besar untuk merayakan ulang tahun kelima mereka dibandingkan anak yang lahir 50 tahun lalu," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, di Jenewa, Rabu (24/4).

Menurut Tedros, vaksin adalah salah satu penemuan paling kuat dalam sejarah, yang membuat penyakit-penyakit yang dulunya ditakuti dapat dicegah.

"Cacar telah diberantas, polio berada di ambang kehancuran, dan dengan pengembangan vaksin yang lebih baru untuk melawan penyakit seperti malaria dan kanker serviks, kita berhasil mengatasi batas-batas penyakit," katanya.

Selamatkan Bayi

Menurut penelitian tersebut, bayi menyumbang 101 juta nyawa yang diselamatkan melalui imunisasi selama lima dekade.

"Imunisasi merupakan kontribusi terbesar dari setiap intervensi kesehatan untuk memastikan bayi tidak hanya merayakan ulang tahun pertama mereka, namun juga terus menjalani hidup sehat hingga dewasa," kata WHO.

Temuan studi tersebut menyebutkan, selama 50 tahun, vaksin terhadap 14 penyakit, yaitu difteri, Haemophilus influenza tipe B, hepatitis B, Japanese ensefalitis, campak, meningitis A, pertusis, penyakit pneumokokus invasif, polio, rotavirus, rubella, tetanus, tuberkulosis, dan demam kuning, telah berkontribusi langsung terhadap mengurangi kematian bayi sebesar 40 persen.

"Di Afrika, penurunan angka kematian bayi lebih dari 50 persen," katanya.

Vaksin campak, penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan terutama menyerang anak-anak, mempunyai dampak yang paling signifikan. Vaksinasi tersebut menyumbang 60 persen nyawa yang terselamatkan berkat imunisasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Iran Resmi Tutup Selat Hormuz

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Iran Resmi Tutup Selat Hormuz
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.