Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Liechtenstein, Negara yang Wilayahnya Membeli dari Romawi Suci

📅 Kamis, 25 Apr 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Pada tahun tersebut, Liechtenstein menjadi negara anggota berdaulat dari Kekaisaran Romawi Suci. Pada awal abad ke-19, sebagai akibat dari Perang Napoleon di Eropa, Kekaisaran Romawi Suci berada di bawah kendali efektif Prancis, menyusul kekalahan telak di Austerlitz oleh Napoleon pada 1805.

Pada 1806, Kaisar Francis II turun takhta dan membubarkan Kekaisaran Romawi Suci. Momentum ini mengakhiri pemerintahan feodal selama lebih dari 960 tahun di wilayah itu. Napoleon kemudian mereorganisasi sebagian besar kekaisaran menjadi Konfederasi Rhine.

Dinamika Politik

Restrukturisasi politik ini mempunyai konsekuensi luas bagi Liechtenstein. Lembaga-lembaga kekaisaran, hukum, dan politik bersejarah telah dibubarkan. Negara tidak lagi mempunyai kewajiban kepada tuan feodal mana pun di luar negaranya.

Sejak 25 Juli 1806, ketika Konfederasi Rhine didirikan, Pangeran Liechtenstein menjadi anggota, bahkan pengikut, dari hegemoninya Kaisar Prancis Napoleon I hingga pembubaran konfederasi pada 19 Oktober 1813.

Segera setelah itu, Liechtenstein bergabung dengan Konfederasi Jerman (20 Juni 1815 - 23 Agustus 1866), yang dipimpin oleh Kaisar Austria. Pada 1818, Pangeran Johann I memberi wilayah tersebut konstitusi terbatas.

Pada saat yang sama Pangeran Aloys menjadi anggota pertama Wangsa Liechtenstein yang menginjakkan kaki di kerajaan yang menyandang nama mereka. Kunjungan berikutnya baru terjadi pada 1842. Hingga akhir Perang Dunia I, Liechtenstein pertama-tama terikat erat dengan Kekaisaran Austria dan kemudian dengan Austria-Hongaria.

Para pangeran yang berkuasa terus memperoleh sebagian besar kekayaan mereka dari perkebunan di wilayah Habsburg, dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka di dua istana mereka di Wina.

Johann II menunjuk Carl von In der Maur, seorang bangsawan Austria, untuk menjabat sebagai Gubernur Liechtenstein. Kehancuran ekonomi yang disebabkan oleh Perang Dunia I memaksa negara tersebut untuk mengadakan kesatuan bea cukai dan moneter dengan tetangganya yaitu Swiss.

Selain itu, kerusuhan rakyat akibat kehancuran ekonomi akibat perang secara langsung menyebabkan kudeta Liechtenstein pada bulan November 1918, yang menciptakan proses konstitusi baru berdasarkan monarki konstitusional yang diperkenalkan pada tahun 1921.

Pada 1929, Pangeran Franz I yang berusia 75 tahun berhasil naik takhta. Pada bulan Maret 1938, tepat setelah aneksasi Austria oleh Nazi Jerman, Franz menunjuk cucu laki-lakinya yang berusia 31 tahun dan calon pewaris, Pangeran Franz Joseph, sebagai wali.

Setelah mengangkat cucu keponakannya, ia pindah ke Feldberg, Cekoslowakia, dan pada tanggal 25 Juli, ia meninggal saat berada di salah satu kastil keluarganya, Kastil Feldberg, dan Franz Joseph secara resmi menggantikannya sebagai Pangeran Liechtenstein.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.