Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Liechtenstein, Negara yang Wilayahnya Membeli dari Romawi Suci

24 Kamis, 25 Apr 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Liechtenstein, Negara yang Wilayahnya Membeli dari Romawi Suci Liechtenstein, Negara yang Wilayahnya Membeli dari Romawi Suci Doc: afp/ Fabrice COFFRINI

Wangsa Liechtenstein tidak mendapatkan kursi di parlemen Austria di Wina (Imperial Diet) yang berada di bawah Kekaisaran Romawi Suci. Untuk mendapatkan status tersebut, Das Furstenhaus von Liechtenstein membeli tanah dari para penguasa feodal Habsburg dan dilanjutkan dengan pembelian yang lain.

Selain Vatikan, Andorra, Monako, San Marino, dan Luksemburg, daratan Eropa masih memiliki negara kecil lain yaitu Liechtenstein. Negara tanpa lautan ini luas wilayahnya hanya 160 kilometer persegi dan populasi 39.790 jiwa menurut data 2019.

Liechtenstein menjadi satu-satunya negara terkecil di dunia yang dijepit oleh dua negara yaitu Austria dan Swiss. Lokasinya berada di deretan Pegunungan Alpen dan negara ini dibagi menjadi 11 kotamadya dengan ibu kotanya adalah Vaduz dan kota terbesarnya adalah Schaan.

Sama seperti Swiss, negara ini didukung oleh sektor keuangan yang kuat yang berpusat di Vaduz dengan menggunakan mata uang frank Swiss. Dulunya dikenal sebagai surga pajak kaum miliarder yang berpuncak pada urusan pajak pada 2008. Namun Liechtenstein kini telah melakukan upaya besar untuk menghilangkan reputasi negatif itu.

Selain sektor keuangan, Liechtenstein yang berada di Pegunungan Alpen ini memiliki alam yang indah. Bersalju pada musim dingin menjadikannya tujuan wisata olahraga musim dingin di Eropa bersama dengan Swiss, Prancis, Italia, dan Austria.

Sejarah tanah Liechtenstein dimulai dari Tiberius. Ia menjadi kaisar Romawi kedua bersama saudaranya, Drusus, yang menaklukkan seluruh wilayah Alpen pada 15 Masehi (M). Liechtenstein kemudian diintegrasikan ke dalam provinsi Romawi, Raetia.

Pada abad ke-6, seluruh wilayah menjadi bagian dari Kekaisaran Frank setelah kemenangan Clovis I atas Alemanni di Tolbiac pada 504 M. Pada 1200, kekuasaan di dataran tinggi Alpen dikuasai oleh Wangsa Savoy, Zahringer, Habsburg, dan Kyburg.

Ketika Dinasti Kyburg jatuh pada 1264, Habsburg di bawah Raja Rudolph I, Kaisar Romawi Suci yang memperluas wilayah mereka hingga dataran tinggi Alpen bagian timur yang mencakup wilayah Liechtenstein pada 1273.

Wilayah ini kemudian diserahkan kepada Pangeran Hohenems. Untuk mendapatkan status di Parlemen Austria di Wina atau Imperial Diet, seorang aristokrat dari wangsa atau dinasti Liechtenstein bernama Das Furstenhaus von Liechtenstein yang kekayaannya melimpah membeli tanah dari para feodal di Habsburg, Austria, pada tahun 1699.

Keluarga Liechtenstein memperoleh tanah, terutama di Moravia, Austria Hilir, Silesia, dan Styria. Sebelum dibeli, tanah tersebut dikuasai para penguasa feodal dari mereka yang lebih senior, khususnya berbagai cabang Habsburg.

Karena tidak memiliki tanah, dinasti Liechtenstein tidak dapat memenuhi persyaratan duduk di parlemen. Padahal beberapa pangeran Liechtenstein melayani beberapa penguasa Habsburg sebagai penasihat dekat, tanpa adanya wilayah yang dikuasai langsung dari takhta kekaisaran. Namun mereka hanya mempunyai sedikit kekuasaan di Kekaisaran Romawi Suci.

Tanah yang dibeli digolongkan sebagai unmittelbar, atau dikuasai tanpa kepemilikan feodal perantara, langsung dari Kaisar Romawi Suci.

Pada awal abad ke-17, Karl I dari Liechtenstein diangkat menjadi Furst (pangeran) oleh Kaisar Romawi Suci, Matthias, setelah memihaknya dalam pertempuran politik. Setelah itu Hans-Adam I diizinkan untuk membeli Herrschaft (Lordship) Schellenberg yang sangat kecil dan wilayah Vaduz (masing-masing pada tahun 1699 dan 1712) dari Hohenems.

Pada 23 Januari 1719, setelah tanah tersebut dibeli, Charles VI, Kaisar Romawi Suci, mendekritkan bahwa Vaduz dan Schellenberg bersatu dan mengangkat wilayah yang baru dibentuk itu menjadi martabat Furstentum (kerajaan) dengan nama Liechtenstein. Nama ini untuk menghormati pelayan sejatinya kekaisaran yaitu Anton Florian dari Liechtenstein.

Pada tahun tersebut, Liechtenstein menjadi negara anggota berdaulat dari Kekaisaran Romawi Suci. Pada awal abad ke-19, sebagai akibat dari Perang Napoleon di Eropa, Kekaisaran Romawi Suci berada di bawah kendali efektif Prancis, menyusul kekalahan telak di Austerlitz oleh Napoleon pada 1805.

Pada 1806, Kaisar Francis II turun takhta dan membubarkan Kekaisaran Romawi Suci. Momentum ini mengakhiri pemerintahan feodal selama lebih dari 960 tahun di wilayah itu. Napoleon kemudian mereorganisasi sebagian besar kekaisaran menjadi Konfederasi Rhine.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.