Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengamat Nilai Perlunya Pengembangan Ekonomi Berbasis Laut

📅 Selasa, 23 Apr 2024, 14:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pengamat Nilai Perlunya Pengembangan Ekonomi Berbasis Laut Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi - Meski memiliki potensi besar sebagai negara kepulauan, masyarakat belum merasakan manfaat dari sumber daya dan keunggulan maritim secara maksimal.

JAKARTA - Pemerintahan baru membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat perannya dalam urusan sumber daya laut dan wilayah maritim. Tujuannya agar Indonesia bisa jaya di laut.

Pengamat maritim dari Ikatan Keluarga Besar Alumni Lemhannas Strategic Center (ISC) Dr. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa menegaskan, peran pemerintah yang baru bisa melanjutkan peran pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang memiliki visi Poros Maritim Dunia.Fokus utamanya pengembangan ekonomi berbasis maritim dan peningkatan konektivitas antarpulau.

"Kepemimpinan selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan inisiatif ini, dengan mengembangkan ekonomi berbasis laut dan memperkuat konektivitas antarpulau," jelas Hakeng yang juga Ketua Bidang Penataan dan Distribusi Kader Pengurus Pusat Pemuda Katolik di Jakarta, Selasa (23/4)

Ia mengatakan, dengan menjadi negara terluas ke-14 dan negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memegang posisi khas yang memberikan keleluasaan geografis dan politik untuk berperan kunci dalam dunia maritim.

Ia juga berharap pemerintahan yang baru berupaya memajukan masyarakat Indonesia dalam pemanfaatan potensi maritim yang dimiliki. Ini dikarenakan, meski memiliki potensi besar sebagai negara kepulauan, manfaat dari sumber daya dan keunggulan maritim belum dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

"Oleh karena itu, pemerintahanan baru harus berkomitmen untuk menindaklanjuti hal ini dengan mengambil langkah-langkah konkret dalam mengoptimalkan pengelolaan potensi maritim Indonesia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dan merata oleh seluruh masyarakat," imbuh Hakeng.

Dia juga menambahkan, pembangunan infrastruktur menjadi kunci dalam memperkuat potensi maritim Indonesia. "Dengan meningkatkan konektivitas antarpulau dan mengembangkan pelabuhan serta fasilitas maritim lainnya, pemerintah dapat membuka lebih banyak peluang bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi di sektor maritim," jelasnya.

Selain itu, kata Hakeng, perlindungan lingkungan laut juga menjadi aspek penting dalam pengelolaan potensi maritim. "Pemerintahan baru diharapkan untuk meningkatkan upaya perlindungan terhadap ekosistem laut dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, sehingga keberlanjutan ekonomi berbasis laut dapat terwujud," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.