Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Listrik Tanpa Henti dari Pembangkit Tenaga Surya Luar Angkasa

📅 Selasa, 23 Apr 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Pembangkit listrik tenaga surya yang direncanakan, akan ditempatkan di orbit geostasioner sekitar 35.000 kilometer di atas garis khatulistiwa. Komponennya akan terdiri dari cermin dan panel surya. Satelit-satelit ini akan terus menghadap Matahari demi memaksimalkan pengumpulan energi.

Dalam posisi selalu menghadap matahari diharapkan satelit dapat mampu mengirimkan energi dari semua sudut. Hal ini sangat penting bagi satelit surya berbasis luar angkasa agar dapat secara efektif memancarkan energi ke titik tetap di Bumi saat mengorbit.

Soltau menyatakan keyakinannya dalam meningkatkan sistem berdasarkan demonstrasi yang berhasil, menyoroti potensi untuk menyalurkan energi dalam jumlah besar ke Bumi. Pembangkit listrik tenaga surya berbasis luar angkasa memiliki keuntungan berupa intensitas sinar matahari yang tidak terhalang dan transmisi energi yang tidak terputus, apapun kondisi cuaca di darat.

Ia menuturkan, Space Solar bertujuan untuk meluncurkan pembangkit listrik tenaga surya komersial pertama di luar angkasa dalam dekade berikutnya. Satelit nantinya mampu menyalurkan 180 megawatt ke jaringan listrik, cukup untuk memasok listrik pada kota besar.

"Perusahaan berencana meluncurkan prototipe satelit dalam waktu tiga tahun, diikuti oleh versi yang lebih besar pada akhir tahun 2020-an. Kapasitas ini diharapkan dapat memberi daya pada desa yang berpenduduk sekitar 1.000 rumah," kata dia.

Kelayakan tenaga surya berbasis luar angkasa telah diakui oleh organisasi seperti Badan Antariksa Eropa (ESA). Lembaga ini menyatakan bahwa teknologi ini memiliki kelayakan untuk diterapkan sebagai pembangkit listrik yang tidak pernah putus.

Salah satu tantangan terbesarnya adalah skala konstruksi dan logistik peluncuran. Namun kemajuan dalam teknologi luar angkasa, termasuk pengurangan biaya peluncuran, membuat upaya tersebut lebih mudah untuk dicapai.

Startupdi Inggris ini pun merencanakan stasiun penerima berada di lepas pantai, mungkin di dekat ladang angin yang ada, sebagai lokasi optimal untuk menangkap energi yang ditransmisikan.

Meskipun ada tantangan, turunnya biaya peluncuran, yang sebagian disebabkan oleh perusahaan seperti SpaceX, telah membuat proyek luar angkasa yang ambisius menjadi lebih layak dilakukan. Instansi dan organisasi pemerintah secara global, termasuk ESA, NASA, dan berbagai perusahaan, secara aktif menjalankan inisiatif tenaga surya berbasis luar angkasa.

Pendanaan hibah dari entitas seperti Kementerian Keamanan Energi dan Badan Antariksa Inggris telah mendukung pengembangan teknologi satelit Space Solar. Setelah beroperasi, satelit-satelit yang memancarkan sinar matahari secara kolektif dapat menghasilkan listrik dalam jumlah besar. Listrik yang dihasilkan berpotensi untuk jutaan rumah di seluruh dunia.

Soltau menegaskan, dibandingkan dengan panel surya berbasis darat, panel surya berbasis luar angkasa menawarkan solusi energi yang lebih efisien dan berkesinambungan, dengan potensi besar untuk memenuhi kebutuhan energi global. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.