Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hari Kartini Momentum Refleksi Persoalan Kaum Perempuan

📅 Minggu, 21 Apr 2024, 13:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hari Kartini Momentum Refleksi Persoalan Kaum Perempuan Doc: Antara/Eko Suwarso
Ket. Komunitas Teman Baru bersama mahasiswa Universitas Terbuka melakukan pawai dengan pakaian daerah untuk memperingati Hari Kartini pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor di kawasan Bundaran HI, Minggu (21/4).

PURWOKERTO - Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr Tri Wuryaningsih menilai Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April merupakan momentum refleksi bahwa masih banyak persoalan yang berkaitan dengan kaum perempuan dan anak.

"Oleh karena saat sekarang merupakan tahun politik dan telah memasuki tahapan pilkada, mestinya calon-calon yang akan dimunculkan dalam pilkada merupakan sosok yang mampu merespons isu-isu perlindungan perempuan dan anak," kata Tri Wuryaningsih di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (21/4).

Dengan demikian, kata dia, persoalan-persoalan kaum perempuan dan anak tersebut dari waktu ke waktu bisa ditangani dengan baik.

Sosiolog Unsoed itu mengakui masalah keterwakilan perempuan hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR).

"Karena salah satu komposit indeks pembangunan gender itu 'kan adalah perempuan di lembaga manajerial, lembaga-lembaga yang memang kemudian punya kewenangan untuk membuat keputusan. Kabupaten Banyumas kalah dengan Purbalingga dan Cilacap soal itu, sehingga ini juga menjadi PR," kata pemerhati masalah gender dan anak itu.

Selain itu, kata dia, sumbangan pendapatan perempuan untuk keluarga juga relatif jauh lebih rendah dibandingkan laki-laki.

Menurut dia, hal itu berarti kontribusi ekonomi perempuan untuk pendapatan keluarga masih rendah.

"Itu menurut data dari BPS (Badan Pusat Statistik). Nah, persoalan-persoalan itu, termasuk persoalan stunting dan HIV/AIDS karena banyak kaum perempuan yang menjadi korban HIV/AIDS, ini juga menjadi PR yang harus direspons secara serius," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, peringatan Hari Kartini di tengah persiapan Pilkada Serentak 2024 merupakan momentum yang tepat untuk mencari calon-calon kepala daerah yang mampu merespons isu-isu tersebut.

Dalam hal ini, lanjut dia, Pilkada Serentak 2024 yang akan digelar pada 27 November ditujukan untuk memilih gubernur dan wakil gubernur serta bupati/wali kota dan wakil bupati/wakil wali kota.

"Jadi bukan hanya pilkada di Banyumas, ini 'kan serentak di seluruh Indonesia. Harusnya bisa merespons isu-isu tersebut," kata Tri Wuryaningsih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.