Tiongkok Harap Semua Pihak Redakan Situasi Pasca Laporan Serangan ke Iran
Sabtu, 20 Apr 2024, 00:05 WIBBeijing - Pemerintah Tiongkok berharap ketegangan di Timur Tengah dapat mereda dan meminta agar pihak-pihak terkait dapat menahan diri pasca adanya laporan serangan Israel ke Iran pada Jumat.
"Tiongkok menentang tindakan apa pun yang semakin meningkatkan ketegangan di Timur Tengah dan akan terus memainkan peran konstruktif dalam meredakan situasi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian dalam konferensi pers rutin di Beijing, Tiongkok pada Jumat.
Kantor berita Iran, Fars, melaporkan pada Jumat bahwa terdengar ledakan di dekat bandara kota Isfahan di Iran. Namun, penyebab suara masih belum diketahui dan penyelidikan masih berlangsung sampai rincian pasti dari insiden tersebut ditentukan.
Sementara pada hari yang sama, seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada CBS News dan ABC News bahwa Israel menggunakan rudal balistik untuk menyerang Iran. Sayangnya ia tidak dapat memastikan apakah lokasi-lokasi di Suriah dan Irak juga terkena serangan tersebut.
"Tiongkok mencatat laporan (serangan) tersebut. Kami menentang tindakan apa pun yang dapat memperburuk situasi," tambah Lin Jian singkat.
Televisi resmi Pemerintah Iran mengonfirmasi adanya "ledakan besar" di Provinsi Isfahan tengah tetapi mencatat tidak ada fasilitas nuklir yang terkena dampak atau menjadi sasaran.
Laporan kantor berita negara Iran IRIB menyebut ledakan keras disebabkan oleh aktivasi sistem pertahanan udara untuk mencegat beberapa kendaraan udara kecil tak berawak (UAV).
Laporan itu juga menyebutkan bahwa pertahanan udara itu menembak jatuh beberapa drone di atas Provinsi Isfahan di Iran tengah.
Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) pada Jumat juga memastikan tidak ada kerusakan pada situs nuklir Iran setelah terjadi serangan udara oleh Israel.
Militer Israel belum mengomentari laporan serangan tersebut tetapi mengatakan pertemuan keamanan saat ini sedang berlangsung di Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv.
Pada Satu (13/4) malam lalu, Korps Garda Revolusi Iran meluncurkan lebih dari 300 drone dan rudal ke arah Israel dalam serangan langsung pertamanya ke wilayah Israel sebagai balasan atas serangan udara pada 1 April terhadap fasilitas diplomatiknya di ibu kota Suriah.
Iran dilaporkan menembakkan lebih dari 300 drone dan rudal, tetapi hampir semuanya dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel dan sekutunya --AS, Prancis, dan Inggris.
Israel belum secara resmi menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut, tetapi telah melakukan sejumlah serangan terhadap sasaran Iran di seluruh Suriah dalam beberapa bulan terakhir.
Sementara, AS membantah terlibat dalam serangan-serangan tersebut dan Israel berjanji akan membalas serangan balasan Iran.
Berita Terkait:
-
Singapura Gandeng Tiongkok Perkuat Teknologi Nuklir
-
Kematian Arsitek Ekonomi Zhu Rongji Membuka Fase 'Superpolitik' Tiongkok
-
Mbappe Raih Golden Boot Piala Dunia 2026, Ukir Sejarah sebagai Juara Top Skor Dua Edisi Beruntun
-
Membangun Jakarta semakin Inklusif untuk Disabilitas
-
Kanada Dituding Bantu Tiongkok Hindari Tarif AS
-
F&B ID Nobatkan Tea-rista Terbaik Indonesia 2026 Lewat Chatime Tea-rista Competition
-
Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.