Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO: Kasus Flu Burung pada Manusia 'Jadi Perhatian Besar'

📅 Jumat, 19 Apr 2024, 10:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
WHO: Kasus Flu Burung pada Manusia 'Jadi Perhatian Besar' Doc: PEOPLE/PETER GARRARD BECK/GETTY IMAGES
Ket. Ilustrasi flu burung.

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyuarakan kekhawatirannya atas meningkatnya penyebaran flu burung H5N1 ke spesies baru, termasuk manusia, yang menghadapi angka kematian yang "luar biasa tinggi".

"Saya pikir ini masih menjadi kekhawatiran yang sangat besar," kata kepala ilmuwan badan kesehatan PBB Jeremy Farrar kepada wartawan di Jenewa pada Kamis (18/4).

Wabah flu burung yang terjadi saat ini dimulai pada tahun 2020 dan telah menyebabkan kematian puluhan juta unggas, burung liar juga terinfeksi, begitu pula mamalia darat dan laut.

Sapi dan kambing masuk dalam daftar hewan yang mati pada bulan lalu - perkembangan yang mengejutkan bagi para ahli karena hewan-hewan ini tidak dianggap rentan terhadap jenis influenza ini.

Strain A (H5N1) telah menjadi "pandemi hewan zoonosis global", kata Farrar.

"Tentu saja kekhawatiran terbesarnya adalah… ketika menginfeksi bebek dan ayam dan kemudian mamalia, virus tersebut kini berevolusi dan mengembangkan kemampuan untuk menginfeksi manusia dan kemudian kemampuan untuk berpindah dari manusia ke manusia."

Sejauh ini, belum ada bukti virus influenza A (H5N1) menyebar antar-manusia.

Namun dari ratusan kasus di mana manusia tertular melalui kontak dengan hewan, "angka kematiannya sangat tinggi", kata Farrar.

Dari awal tahun 2023 hingga 1 April tahun ini, WHO telah mencatat 463 kematian dari 889 kasus pada manusia di 23 negara, sehingga tingkat kematian kasus mencapai 52 persen.

Dalam perkembangan yang mengkhawatirkan, pihak berwenang Amerika Serikat pada awal bulan ini mengatakan seseorang di Texas sedang dalam masa pemulihan dari flu burung setelah terpapar dari sapi perah.

Ini merupakan kasus kedua dimana manusia dinyatakan positif mengidap flu burung di negara tersebut dan terjadi setelah virus tersebut membuat sakit ternak yang tampaknya terpapar pada burung liar di Texas, Kansas dan negara bagian lainnya.

Tampaknya ini juga merupakan infeksi pertama virus influenza A (H5N1) pada manusia melalui kontak dengan mamalia yang terinfeksi, kata WHO.

Ketika "Anda memasuki populasi mamalia, maka Anda semakin dekat dengan manusia", kata Farrar. "Virus ini hanya mencari inang baru yang baru".

"Ini benar-benar memprihatinkan."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.