PBB Akan Ajukan Permohonan 2,8 Miliar Dollar AS untuk Gaza
📅 Jumat, 19 Apr 2024, 00:11 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/DANIEL SLIM
HAMILTON - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (16/4), mengumumkan pihaknya akan meluncurkan seruan global untuk mengumpulkan bantuan senilai 2,8 miliar dollar AS atau sekitar 45,7 triliun rupiah untuk Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel.
Kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di Wilayah Palestina yang Diduduki, Andrea De Domenico, mengatakan dua juta yang selamat dari konflik di Gaza tengah berjuang untuk hidup setiap hari.
Namun, hanya sedikit bantuan yang bisa dibawa ke wilayah kantong yang penduduknya sejak lama hidup dalam blokade Israel itu. "Kenyataannya hanya ada sedikit bantuan yang bisa kita bawa ke Gaza untuk mengatasi pengungsian dan kelaparan," kata De Domenico.
Seperti dikutip dari Antara, De Domenico menuturkan seruan global untuk dana bantuan akan diluncurkan pada Rabu. Seruan tersebut adalah untuk mendukung tiga juta orang yang teridentifikasi di Tepi Barat dan Gaza.
Sebanyak 90 persen dari bantuan tersebut akan disalurkan ke Gaza dan PBB pada awalnya berencana meminta dana empat miliar dollar AS (65,2 triliun rupiah), tetapi dikurangi karena terbatasnya kemampuan distribusi bantuan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kelaparan di Gaza, katanya, disebabkan oleh tidak adanya makanan, kebersihan, air dan fasilitas kesehatan. "Ketidakpastian menjadi kenyataan sehari-hari bagi masyarakat di Gaza," ucapnya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan keluarga yang datang ke selatan Gaza telah mengungsi sebanyak tujuh kali dan dua hari lalu timnya melihat ribuan orang mengantre ke arah utara.
Menderita Trauma
Sebaiknya Anda baca juga:
PBB, pada Rabu, melaporkan 70 persen penduduk di Jalur Gaza terdiri atas kaum muda di bawah usia 30 tahun dan hampir semua pemuda tersebut menderita tingkat trauma, kekerasan, penyakit dan kerawanan pangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Semua sekolah di seluruh Jalur Gaza ditutup sehingga berdampak terhadap lebih dari 625 ribu siswa," kata Rosemary DiCarlo, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian, dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Peran Generasi Muda dalam Mengatasi Tantangan Keamanan di Mediterania.
Sembari menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam proses pengambilan keputusan, dia mengatakan di Mediterania bagian selatan dan timur, generasi muda merupakan 55 persen.
Mengingat kaum muda merupakan mayoritas dari mereka yang melakukan perjalanan berbahaya melintasi Mediterania, DiCarlo mengatakan diperkirakan satu dari empat kaum muda di seluruh dunia terkena dampak kekerasan atau konflik bersenjata. Kaum muda, terutama perempuan, lebih rentan terhadap penelantaran, pelecehan dan eksploitasi.
"Kaum muda lebih mungkin direkrut oleh kelompok bersenjata ketika mereka tidak memiliki peluang memperoleh mata pencaharian. Selain itu, perkiraan juga menunjukkan lebih dari 90 persen kematian akibat konflik langsung terjadi di kalangan laki-laki dewasa muda," tambahnya.
Kepala Persatuan untuk Negara-negara Anggota Mediterania (UfM), Nasser Kamel, menekankan pentingnya Laut Mediterania dalam skala global, meski luasnya kurang dari 1 persen lautan di dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!