Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korea Utara Cemooh Perjalanan Utusan AS ke Asia

📅 Jumat, 19 Apr 2024, 12:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korea Utara Cemooh Perjalanan Utusan AS ke Asia Doc: X/USAmbUN
Ket. Utusan AS Linda Thomas-Greenfield saat kunjungan ke Korea Selatan.

SEOUL - Korea Utara pada Jumat (19/4) mencemooh perjalanan yang dilakukan utusan utama AS untuk PBB di Asia minggu ini, dan menyebutnya sebagai "perjalanan yang meminta bantuan bagi seorang pecundang".

Selama kunjungannya ke Korea Selatan, Selasa lalu, utusan AS Linda Thomas-Greenfield mendesak Pyongyang untuk kembali berdialog. Ia juga masih yakin sanksi adalah "alat yang efektif" untuk menghalangi Korea Utara yang mempunyai senjata nuklir.

Komentarnya itu setelah Russia menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB untuk secara efektif mengakhiri pemantauan PBB terhadap pelanggaran serangkaian sanksi terhadap rezim Kim Jong Un.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan perjalanan Thomas-Greenfield - yang dimulai pada hari Minggu, sehari setelah serangan pesawat tak berawak dan rudal Iran terhadap Israel - lebih baik digunakan untuk mengatasi situasi yang meningkat di Timur Tengah.

"AS tidak mempertimbangkan jaminan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah termasuk Palestina, namun mereka kehilangan nasib buruk akibat mekanisme sanksi yang compang-camping terhadap DPRK," bunyi pernyataan yang ditandatangani Wakil Menteri Kim Son Gyong.

Kunjungan utusan AS ke wilayah tersebut "tidak lebih dari sekadar perjalanan meminta bantuan bagi pihak yang kalah untuk memeriahkan sanksi ilegal yang melemah dan tekanan terhadap DPRK dengan bantuan sekutu yang lebih rendah," tambahnya.

Tahun lalu, Korea Utara melakukan sejumlah uji coba rudal yang melanggar sanksi PBB yang diberlakukan sejak tahun 2006 dan meskipun ada peringatan dari Washington dan Seoul, Korea Utara telah mendeklarasikan dirinya sebagai negara yang memiliki senjata nuklir yang "tidak dapat diubah" pada tahun 2022.

Selama berada di Seoul, Thomas-Greenfield menyalahkan negara-negara termasuk "Russia dan Iran" karena "tidak menerapkan sanksi-sanksi ini" terhadap Korea Utara "dengan cara yang memungkinkan mereka bekerja seefektif mungkin".

Dia juga mengatakan Washington berkolaborasi dengan Seoul, Tokyo, dan negara lain untuk mengeksplorasi "beberapa cara kreatif" dan "pemikiran out-of-the-box" untuk memastikan kelanjutan kegiatan pemantauan PBB.

Namun Korea Utara mengatakan utusan AS tersebut tampaknya telah "melupakan tugasnya".

"Saat ini, situasi Timur Tengah, termasuk masuknya Palestina ke dalam keanggotaan PBB diangkat untuk dibahas di DK PBB sebagai isu yang paling mendesak," kata pernyataan Pyongyang.

Korea Utara baru-baru ini memperkuat hubungan militer dengan Moskow, dan bulan ini mereka berterima kasih kepada Russia atas hak vetonya yang menghalangi pembaruan panel ahli PBB yang memantau sanksi internasional terhadap Korea Utara.

Seoul dan Washington mengatakan Kim telah mengirimkan senjata ke Russia untuk perang di Ukraina, kemungkinan sebagai imbalan atas bantuan teknis Moskow untuk program satelit mata-mata Pyongyang yang sedang berkembang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.