Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dollar Menguat Seiring Surutnya Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

📅 Jumat, 19 Apr 2024, 08:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dollar Menguat Seiring Surutnya Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed Doc: AFP
Ket. Paket uang kertas 20 dollar AS yang baru dicetak diproses untuk bundling dan pengemasan di Biro Pengukiran dan Pencetakan Departemen Keuangan AS di Washington DC pada 20 Juli 2018.

NEW YORK - Dollar terdorong lebih tinggi pada Kamis (18/4) waktu AS di balik serangkaian komentar dari pejabat Federal Reserve, meredupkan harapan penurunan suku bunga dalam waktu dekat, sementara saham-saham AS sebagian besar berakhir lebih rendah.

Pernyataan Presiden Bank Sentral New York John Williams dan Gubernur Fed Michelle Bowman sekitar satu hari terakhir membantu mengangkat imbal hasil Treasury AS karena investor bertaruh The Fed akan menurunkan suku bunga lebih sedikit, pada 2024, dibandingkan pada awalnya.

Boris Kovacevic, ahli strategi makro global di Convera, mengatakan ini telah menjadi "lingkungan yang sempurna bagi Greenback untuk bersinar," menurut sebuah postingan di X (Twitter).

Selain perubahan kebijakan Fed, Kovacevic mengatakan greenback mendapat manfaat sebagai investasi "haven" di tengah kekhawatiran geopolitik dan sinyal bank sentral lain bahwa mereka akan segera menurunkan suku bunga.

Namun, perubahan prospek bank sentral telah membebani ekuitas AS.

Setelah bursa Eropa dan Asia menguat, Dow hanya sedikit naik pada Kamis, namun S&P 500 dan Nasdaq melemah.

"Pergerakan harga berdampak pada dirinya sendiri," kata Karl Haeling dari LBBW tentang sesi yang lesu.

Mata uang yen Jepang dan won Tiongkok menjadi fokus setelah Menteri Keuangan AS Janet Yellen bergabung dengan rekan-rekannya dari Jepang dan Korea Selatan, mengatakan mereka mengawasi pergerakan.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden Korea Selatan Choi Sang-mok dan Presiden Jepang Shunichi Suzuki menyampaikan "keprihatinan serius" terhadap pelemahan mata uang mereka baru-baru ini dan sepakat untuk mengambil "tindakan yang tepat" untuk melawan volatilitas yang ekstrem.

Para analis mengatakan pernyataan Yellen menunjukkan bahwa Washington tidak akan menolak intervensi negara-negara tersebut.

Yen telah melemah hampir sembilan persen tahun ini dan menguat sekitar tujuh persen.

"Fakta bahwa yen telah melanjutkan aksi jualnya menunjukkan para pedagang sekarang sedang menguji kesabaran pihak berwenang atau melakukan gertakan, karena intervensi verbal sejauh ini tidak efektif," kata Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.