Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Rawan Koreksi Lanjutan

📅 Kamis, 18 Apr 2024, 08:52 WIB | Oleh:
IHSG Rawan Koreksi Lanjutan Doc: istimewa

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren negatif, hari ini (18/4). Pergerakan IHSG diperkirakan masih dipengaruhi sentimen eksternal, seperti penguatan dollar AS dan gejolak geopolitik di Timur Tengah.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memproyeksikan pergerakan IHSG dalam perdagangan, Kamis (18/4), rawan melanjutkan koreksinya dengan support 7.066 dan resistance 7.187. Menurutnya, pergerakan IHSG akan dipengaruhi pelemahan rupiah terhadap dollar AS dan perkembangan atas konflik antara Iran dan Israel.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/4) sore, ditutup melemah di tengah penguatan mayoritas bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 33,97 poin atau 0,47 persen ke posisi 7.130,83, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,98 poin atau 0,75 persen ke posisi 928,35.

"Bursa regional Asia cenderung menguat, pasar keuangan keluar dari tekanan konflik geopolitik, dimana pelaku pasar tampaknya mencermati tanda-tanda pemulihan ekonomi Tiongkok dan surplus neraca perdagangan Jepang," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.498.845 kali transaksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.