Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menlu Retno Meminta AS Bantu Meredakan Konflik Iran-Israel

📅 Rabu, 17 Apr 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Menlu Retno Meminta AS Bantu Meredakan Konflik Iran-Israel Doc: KORAN JAKARTA/M FACHRI
Ket. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, meminta Amerika Serikat (AS) membantu meredakan konflik Iran dan Israel yang pecah setelah Teheran pada Sabtu (13/4) menyerang Israel. Dalam upaya deeskalasi konflik di kawasan Timur Tengah itu, Retno telah menelepon sejumlah mitranya, termasuk Wakil Menlu AS, Kurt M Campbell, pada Selasa pagi waktu Jakarta.

"Kita tahu, Amerika Serikat punya peran yang sangat besar untuk dapat menggunakan pengaruhnya agar deeskalasi terjadi," katanya usai mengikuti rapat tertutup merespons konflik Iran-Israel, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/4).

Karena itu, Retno mendesak Campbell untuk menggunakan "pengaruh besar AS" dalam meredakan konflik di Timur Tengah agar tidak semakin meluas dampaknya.

AS, yang adalah sekutu Israel, kembali menegaskan komitmen negaranya terhadap keamanan Israel dan menggarisbawahi perlunya meredam konflik agar tidak meluas.

Sebelumnya pada Senin (15/4), Menlu Retno telah menelepon Menlu Iran, Hossein Amir-Abdollahian, yang disebutnya memiliki hubungan baik dengan Indonesia. Dalam pembicaraan yang berlangsung sekitar 50 menit, ia menegaskan eskalasi tidak akan membawa manfaat bagi siapa pun.

Upaya Diplomatik

Dia pun telah berdiskusi dengan sejumlah pihak yang dianggap memiliki pengaruh, baik terhadap keputusan Iran maupun Israel, seperti Arab Saudi, Yordania, Mesir, Uni Emirat Arab, Turki, Belanda, dan Jerman. "Jadi, upaya diplomatik terus kita jalankan agar deeskalasi terjadi," tutur Retno.

Namun, dalam upaya Indonesia menengahi kedua pihak yang berkonflik, Retno menegaskan RI tidak berencana menormalisasi hubungan dengan Israel.

Sementara itu, Gedung Putih, pada Senin, dengan tegas membantah laporan bahwa Iran memberikan peringatan dini tentang waktu dan sasaran serangan balasannya terhadap Israel.

Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional, John Kirby, mengaku Washington dan Teheran telah saling bertukar pesan sebelum serangan pesawat tanpa awak dan rudal pada Sabtu, tapi menegaskan peringatan dini itu "salah".

"Saya telah melihat laporan bahwa serangan Iran memang gagal. Kegagalan spektakuler dan memalukan ini memang disengaja. Saya juga melihat Iran mengatakan mereka memberikan peringatan dini untuk membantu Israel mempersiapkan pertahanannya dan membatasi potensi kerusakan," katanya kepada wartawan.

"Semua ini jelas-jelas salah. Tidak pernah ada pesan apa pun kepada kami atau kepada siapa pun tentang waktu, sasaran atau jenis respons," kata dia menegaskan.

Iran meluncurkan serangkaian serangan pesawat tanpa awak dan rudal ke Israel pada Sabtu sebagai balasan atas serangan Israel pada 1 April terhadap Konsulat Iran di Damaskus, Suriah, yang menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk tujuh penasihat militer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.