Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Maskapai Minat Masuk Bandara Manokwari Usai Landasan Pacu Diperpanjang Jadi 2.300 Meter

📅 Sabtu, 13 Apr 2024, 06:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dua Maskapai Minat Masuk Bandara Manokwari Usai Landasan Pacu Diperpanjang Jadi 2.300 Meter Doc: ANTARA/Ali Nur Ichsan
Ket. Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah IX Manokwari Sigit Pramono.

Manokwari - Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX Manokwari menyebutkan dua maskapai penerbangan berminat masuk dan beroperasi di Bandara Rendani Manokwari Provinsi Papua Barat setelah perpanjangan landasan pacu bandara itu dari 2.000 meter menjadi 2.300 meter.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah IX Manokwari Sigit Pramono di Manokwari, Jumat, mengatakan perpanjangan landasan pacu Bandara Rendani dari 2.000 meter menjadi 2.300 meter membuat penerbangan menjadi lebih aman dan nyaman.

"Tahun ini dua maskapai penerbangan yaitu Pelita Air dan TransNusa sedang berkoordinasi untuk masuk ke Bandara Rendani," katanya.

Ia menjelaskan perpanjangan landasan pacu Bandara Rendani menjadi langkah strategis untuk menarik maskapai penerbangan masuk ke Manokwari.

Ia mengatakan meski perpanjangan landasan pacu 2.300 sudah selesai dikerjakan, namun belum bisa digunakan karena landasan pacu tersebut harus diverifikasi dan dipublikasi oleh Kementerian Perhubungan.

"Nantinya setelah diverifikasi, Kementerian Perhubungan akan mengeluarkan publikasi terkait panjang landasan pacu Bandara Rendani yang sudah 2.300 meter. Status landasan pacu bandara harus diberitahukan pada seluruh dunia," katanya.

Ia mengatakan tahun ini penerbangan Pelita Air akan menjajaki masuk ke Bandara Rendani pada medio semester kedua tahun 2024.

Sedangkan maskapai TransNusa, perwakilannya tengah mengurus perizinan di Otban Wilayah IX Manokwari untuk masuk di Manokwari. Maskapai tersebut berpeluang masuk ke Manokwari setelah membuka rute Manado dan Ambon dari Bandara DomineEdwardOsok(DEO) Sorong, Papua Barat Daya.

"TransNusa melayani penerbangan intra-Papua, seperti Sorong-Timika, Sorong-Jayapura, Sorong-Manokwari. Ada rencana juga mereka melayani penerbangan ke Jakarta dan Makassar," katanya.

Ia menambahkan Otban Wilayah IX Manokwari melakukan fungsi pengawasan dan pengendalian penerbangan di empat daerah yaitu Manokwari-Provinsi Papua Barat, Sorong-Provinsi Papua Barat Daya, Biak-Provinsi Papua dan Nabire-Provinsi Papua Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.