Presiden FIFA Gianni Infantino Minta Dunia Bergerak Lawan Rasisme
Jumat, 12 Apr 2024, 11:25 WIBJAKARTA - Presiden FIFA Gianni Infantino pada Kamis (11/4) menyerukan perjuangan bersama melawan rasisme yang masih terjadi di pertandingan olahraga, khususnya sepak bola.
Setelah beberapa kali pelecehan yang dialami penyerang Real Madrid dan timnas Brazil Vinicius Junior, Infantino dalam pertemuannya dengan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) menyatakan bahwa maraknya kasus rasisme menunjukkan masih ada "masalah" dalam olahraga tersebut.
"Kami harus bersatu melawan rasisme," katanya pada sebuah acara di Asuncion yang dihadiri Presiden Uruguay dan Paraguay, yang akan menjadi tuan rumah pertandingan perdana Piala Dunia 2030 bersama Argentina.
"Vinicius dan yang lainnya menderita. Tidak ada alasan untuk melakukan serangan tersebut. Kami harus bersatu melawan kekerasan itu," kata Infantino sebagaimana diwartakan AFP, Jumat.
Bulan lalu, Spanyol dan Brazil menyelenggarakan pertandingan persahabatan di Madrid guna meningkatkan kesadaran pecinta sepak bola agar bersama-sama mencegah tindakan rasialisme.
Sebelum pertandingan itu, Vinicius mengatakan keinginannya untuk bermain sepak bola semakin menurun seiring meningkatnya insiden pelecehan rasial yang ditujukan kepadanya di Spanyol.
Pemain kulit berwarna lainnya juga mengalami pelecehan di Eropa, Brazil, dan negara lain dalam beberapa bulan terakhir.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
FIFA Tingkatkan Hadiah Piala Dunia 2026 hingga 15 Persen
-
Lanud Sjamsudin Noor Gelar Layanan Kesehatan Gratis dan Bazar Murah untuk Warga Banua
-
Belanja Bijak, Jangan Panik! Bulog Jamin Minyakita Stabil, Nggak Langka
-
Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, FIFA Hadapi Gelombang Kritik di Tengah Euforia Sepak Bola
-
Polri Hadirkan Laporan Polisi Online lewat “Super App”
-
BBM Nonsubsidi Meroket, Harga Pangan Tetap Aman Terkendali
-
Lawan Penuaan Organ Melalui Metode Pemrograman Ulang Sel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.