Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kualitas Daun Jadi Alasan Pembeli Padati Sentra Ketupat Palmerah

📅 Senin, 08 Apr 2024, 17:34 WIB | Oleh:
Kualitas Daun Jadi Alasan Pembeli Padati Sentra Ketupat Palmerah Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Pembeli memilih kulit ketupat di sentra ketupat dekat Pasar Palmerah, Jakarta Barat pada Senin (8/4).

JAKARTA - Sejumlah pembeli mengaku senang mendatangi sentra pembuatan kulit ketupat di sekitar Pasar Palmerah di Jakarta Barat karena kulit yang dibuat oleh para pedagang dinilai berkualitas baik dibanding tempat lain.

"Saya asal Jatinegara, Jakarta Timur. Sebenarnya banyak pasar di sana, saya sudah pesan 400, tapi ternyata daunnya kecil-kecil, jadi enggak mau beli," kata Fikri, seorang pembeli asal Jatinegara ketika ditemui ANTARA di Jakarta, Senin.

Fikri menuturkan daun kelapa muda yang digunakan oleh para pedagang berkualitas lebih baik karena bentuknya yang cenderung lebih besar dibanding tempat lain.

Dari segi warna, ia menilai banyak kulit ketupat memiliki warna yang lebih cerah, sehingga dapat membuat warna lontong yang dibuat menjadi lebih cantik dan bersih.

Selain itu, Fikri berpendapat bahwa harga yang diberikan pedagang tidak terlalu mahal dan cenderung murah bagi masyarakat.

"Saya mau bikin lontong di rumah, jadinya tadi ke sini beli kulit ketupat satu plastik isi 100 buah saya habis cuma Rp100 ribu," kata Fikri.

Hal yang sama juga dibenarkan oleh pembeli lain asal Pancoran, Jakarta Selatan bernama Agus. Ia mengatakan harga yang ditawarkan lebih murah dengan kualitas lebih baik. Para pedagang pun memiliki sifat yang ramah dan sopan.

"Saya beli di sini karena lebih murah. Kalau di Pasar Minggu dan Jatinegara, itu lebih mahal. Di Jatinegara saja bisa Rp15 ribu, kalau di sini Rp7 ribu per 10 buah kulit kelapa bisa didapat, jadi beda separuh harga," ucap Agus.

Sebagai seorang penjual lontong sayur, Agus menjelaskan kulit daun ketupat yang dijual di sekitar Pasar Palmerah cenderung lebih besar dan pipih, sehingga penampilan hidangan yang dibuatnya jadi lebih menarik bagi pembeli.

Menurutnya dengan ukuran daun yang lebih besar, ia amat terbantu untuk tidak membuat ketupat dalam jumlah lebih dengan ukuran kecil.

Kemudian dari segi warna, kebanyakan kulit ketupat memiliki warna agak putih sampai kuning cerah. Warna daun tersebut lebih digemari karena mampu membuat penampilan ketupat jadi lebih bersih dan tidak kumal.

Agus menjelaskan jika menggunakan daun yang berwarna hijau gelap, seringkali ketupat yang dibuat memiliki bercak kecokelatan. Ditambah dengan proses rebus yang lebih lama, menyebabkan dirinya menghabiskan waktu lebih banyak di dapur.

Meski demikian, ia mengimbau penjual makanan sepertinya untuk tetap cermat memilih daun kulit ketupat yang berkualitas baik agar semua hidangan dapat memuaskan pembeli.

"Sekarang ini? buat jualan saya beli ada 1.900 kulit ketupat, jadi hampir habis Rp2 juta-lah. Saya juga enggak ada rencana buat mudik," kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

59 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.