Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Antariksa Eropa Siap Ciptakan Gerhana Matahari

📅 Minggu, 07 Apr 2024, 14:14 WIB | Oleh:
Badan Antariksa Eropa Siap Ciptakan Gerhana Matahari Doc: Istimewa

Badan Antariksa Eropa (ESA) sedang bersiap untuk menciptakan gerhana matahari sendiri sehingga para peneliti dapat mempelajari salah satu bagian anatomi Matahari yang sulit diamati, korona yang sangat panas. Untuk melakukan hal itu, mereka berharap bisa menerbangkan dua wahana antariksa yang terpisah dengan jarak 150 meter dan disejajarkan sehingga salah satu satelit (yang disebut "occulter") akan menghalangi seluruh bagian korona dari satelit lainnya, yang akan mengamatinya dengan menggunakan instrumen yang disebut coronagraph.

Kedua pesawat misi ini harus terbang dalam formasi yang tepat hingga ke tingkat akurasi milimeter, menggunakan navigasi satelit, interlink satelit berbasis radio, kamera, dan sinar laser yang dipantulkan di antara keduanya.

Direktur Teknologi ESA, Dietmar Pilz mengatakan, bahwa membuat kedua pesawat tersebut bertindak seolah-olah mereka adalah satu instrumen besar sepanjang 150 meter akan menjadi tantangan yang sangat teknis. ESA mengatakan bahwa mereka menargetkan pengamatan gerhana selama enam jam untuk masing-masing orbit 19 jam, 36 menit.

Salah satu alasan mengapa para ilmuwan sangat ingin mempelajari korona Matahari adalah karena perannya dalam cuaca tata surya. Selain secara misterius lebih panas daripada permukaan Matahari, korona juga berkontribusi pada angin Matahari, dan lontaran massa korona memiliki efek potensial pada Bumi, mulai dari cahaya aurora yang menari-nari di planet ini hingga pemadaman listrik yang meluas. ESA mengatakan bahwa salah satu tujuan dari misi ini, yang dikenal sebagai Proba-3, adalah untuk mengukur output energi total Matahari untuk menginformasikan pemodelan iklim.

Ada koronagraf di Bumi dan di ruang angkasa, tapi ESA mengatakan bahwa mereka terbatas dalam hal apa yang dapat mereka capai karena cahaya memiliki kecenderungan untuk mendifraksi atau tumpah ke tepi piringan penghalang cahaya. Menempatkan piringan penghalang cahaya lebih jauh akan membantu, tetapi membangunnya menjadi satu pesawat ruang angkasa tidaklah praktis. ESA mengatakan dalam rilisnya bahwa NASA mencoba melakukan hal serupa dengan menggunakan kapsul Apollo untuk menghalangi Matahari untuk pesawat ruang angkasa Soyuz milik Soviet pada tahun 1975.

Badan antariksa ini berharap untuk meluncurkan misi Proba-3 pada bulan September. Perilisannya hari ini dilakukan ketika sebagian besar warga AS bersiap-siap untuk menyaksikan pada 8 April ketika okulter utama Bulan melintasi matahari dan menciptakan gerhana total yang akan berayun dari Texas Selatan ke Maine.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Luar Negeri
Trump Kunjungi Irlandia, Te...
Luar Negeri
Gaun Balas Dendam Putri Dia...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.