Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Jakut Mengasapi Sejumlah Sekolah Cegah Demam Berdarah

📅 Kamis, 04 Apr 2024, 16:01 WIB | Oleh:
Pemkot Jakut Mengasapi Sejumlah Sekolah Cegah Demam Berdarah Doc: ANTARA/HO-Ig Sudinkes Jakarta Utara
Ket. Petugas melakukan fogging atau pengasapan di salah satu sekolah di Jakarta Utara sebagai upaya mencegah penyebaran DBD.

Jakarta -- Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara mengasapi (fogging) sejumlah sekolah dan pemukiman untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) menjelang Lebaran.

"Hari ini ada 13 sekolah dan sebelumnya ada SD 06 serta SMP 270 serta pemukiman warga yang difoggingpada Selasa (2/4)," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, dr Lysbeth Regina Pandjaitan di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakanfoggingini bertujuan membunuh nyamuk dewasa di sekitar sekolah dan pemukiman warga agar mengurangi potensi gigitan nyamuk.

"Kami lakukan ini sebelum libur panjang Lebaran sehingga tidak ada lagi gigitan nyamuk penyebab DBD," kata dia.

Selain itu dirinya menekankan pentingnya melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara konsisten dan berkualitas.

Mulai dari juru pemantau jentik (jumantik) sekolah dan kader diberikan kembali edukasi serta motivasi untuk rutin melakukan pemantauan.

Puskesmas bersama kelurahan,RT dan RW juga rutin melakukan monitor pelaksanaan PSN 3 M plus di lingkungan sekolah sehingga membuat ruang nyamuk berkembang biak jadi terbatas.

Ia menjelaskan 3 M adalah menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.

Sementara itu, plus adalah menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air.

Kemudian memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, melakukan gotong royong lingkungan dan lainnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan petugas puskesmas dan kader untuk meningkatkan kualitas pemberantasan sarang nyamuk di tujuh tatanan yakni rumah tangga, institusi pendidikan.

Kemudian perkantoran, tempat umum, tempat penjualan makanan, fasilitas olah raga dan fasilitas kesehatan.

Lysbeth menambahkan pihaknya juga melakukan pengawasan kegiatan penyelidikan epidemiologi pada kasus DBD yang dilaporkan dengan batasan waktu 2 x 24 jam

Aktivitasnya adalah melakukan penyelidikan epidemiologi di sekitar rumah orang yang terjangkit penyakit tersebut dan mencari jentik nyamuk dan dilakukan penyemprotan.

"Kami juga memantau kesehatan pasien dan menjamin akses terhadap pengobatan dengan meningkatkan kapasitas petugas puskesmas, Unit Gawat Darurat RSUD dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan DBD ini," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.