Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bos Uni Eropa Diduga Lakukan Kejahatan Terkait Vaksin Covid-19

📅 Rabu, 03 Apr 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Bos Uni Eropa Diduga Lakukan Kejahatan Terkait Vaksin Covid-19 Doc: AFP/KENZO TRIBOUILLARD
Ket. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen saat konferensi pers di KTT Dewan Eropa di Brussels, Senin (22/3).

MOSKWA - Kejaksaan Uni Eropa (EU) telah mengambil alih penyelidikan Belgia terhadap dugaan kejahatan yang dilakukan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, terkait vaksin Covid-19.

Kantor Penuntut Umum Eropa sedang menyelidiki apakah von der Leyen, yang akan mencalonkan diri lagi sebagai Bos EU, bersalah dalam kasus dugaan mencampuri pelayanan publik, pemusnahan SMS, korupsi, dan konflik kepentingan.

Seperti dikutip dari Antara, Kejaksaan Agung Belgia di Liege, pada awal 2023, memulai penyelidikan itu setelah menerima keluhan dari pelobi lokal Frederic Baldan, yang menuding von der Leyen melakukan tindakan melanggar hukum karena berkomunikasi secara pribadi dengan CEO Pfizer, Albert Bourla, ketika pandemi melanda pada 2021.

Komisi Eropa mengambil alih tanggung jawab atas pendistribusian vaksin Covid-19 di Uni Eropa berdasarkan skema pengadaan bersama dan menyimpan stok vaksin senilai lebih dari 20 miliar euro (sekitar 341,7 triliun rupiah).

Politico melaporkan ratusan juta dosis vaksin tidak terpakai sehingga menimbulkan kerugian sekitar empat miliar euro.

Hongaria dan Polandia ikut bergabung dalam gugatan Baldan, meski pemerintah Polandia mulai menarik diri dari gugatan itu setelah Donald Tusk yang pro EU menjadi Perdana Menteri Polandia pada November.

Tak Lakukan Pembayaran

Kedua negara itu dilaporkan sedang digugat oleh Pfizer -raksasa farmasi AS- karena menghentikan pengiriman vaksin dan tidak melakukan pembayaran dengan alasan kelebihan stok.

Berita bahwa Kantor Penuntut Umum Eropa atau Investigators from the European Public Prosecutor's Office (EPPO) sedang menyelidiki kasus ini berisiko menimbulkan pengawasan lebih lanjut terhadap peran presiden Komisi dalam kesepakatan besar-besaran vaksin, yang diperkirakan bernilai lebih dari 20 miliar euro.

EPPO memimpin investigasi pan-Eropa terhadap kejahatan keuangan dan secara teori dapat menyita telepon dan materi relevan lainnya dari kantor Komisi atau di negara lain di Eropa seperti negara asal von der Leyen, Jerman.

Perkembangan ini terjadi pada saat yang sulit bagi ketua UE, saat ia mengawal transisi menuju apa yang diharapkan oleh para pengamat di Brussel sebagai masa jabatan kedua ketua UE Berlaymont. Komisi sejauh ini menolak mengungkapkan isi pesan teks tersebut atau bahkan mengonfirmasi keberadaannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.