BI Jangan Salahkan Global saat Sistem Keuangan Tidak Stabil
📅 Kamis, 28 Mar 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiMenanggapi pernyataan Juda itu, peneliti ekonomi Celios, Nailul Huda, mengatakan digitalisasi keuangan seharusnya sudah dapat diwaspadai dan bahkan tidak menjadi tantangan, tetapi menjadi kekuatan stabilitas sistem keuangan.
"Toh, Bank Indonesia sendiri sudah ingin adopsi mata uang digital dan proses digitalisasi keuangan di Indonesia juga berjalan relatif cepat. Jadi, saya rasa bukan jadi tantangan, melainkan kekuatan kita," tegas Huda.
Begitu pula dengan transisi ekonomi hijau yang memang harus difasilitasi oleh negara terkait dengan kebutuhan keuangan ke depan. "Bukan jadi tantangan, namun memang sudah sewajarnya Bank Indonesia harus adaptif dengan perubahan tersebut. Bukan jadi alasan ketika sistem keuangan kita tidak stabil," jelas Huda.
Dihubungi terpisah, pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, berpendapat bahwa ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global pada dasarnya sudah terjadi beberapa waktu terakhir sehingga BI semestinya tidak menyatakan sebagai tantangan. Sebaliknya, BI semestinya sudah memberi gambaran langkah konkret yang telah dikerjakan dan akan dikerjakan agar sistem keuangan Indonesia kuat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sejak satu dekade termasuk saat Covid dan krisis keuangan global 2008, dunia sudah menghadapi guncangan demi guncangan yang menandai era ketidakpastian global. Jadi, bukan barang baru lagi," kata Aditya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!