Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Diminta Segera Atasi Banjir Pantura

📅 Senin, 25 Mar 2024, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Diminta Segera Atasi Banjir Pantura Doc: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Ket. Mesin pompa penyedot air banjir yang dioerasikan di Sipon Gajah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Minggu (24/3/2024).

JAKARTA - Para pemangku kebijakan di tingkat pusat maupun daerah mengambil langkah segera untuk mengatasi banjir di pesisir Pantai Utara (Pantura), Demak, Jawa Tengah (Jateng).

"Para pemangku kebijakan di tingkat pusat dan daerah harus mengambil langkah segera untuk mengatasi banjir di pesisir utara Jawa yang hampir menenggelamkan Kabupaten Demak," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, hantaman banjir yang terus berulang disebabkan jebolnya tanggul sungai di sejumlah daerah pesisir utara Jawa itu harus segera diperbaiki.

Legislator dari Dapil II Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Demak, Kudus, dan Jepara itu berharap para pemangku kepentingan di daerah mampu segera melakukan penanganan dampak banjir guna menekan potensi terjangkitnya sejumlah penyakit dan jatuhnya korban jiwa di lokasi banjir.

Dia juga mendorong agar aparat yang tergabung dalam Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) dan masyarakat di daerah yang dilanda banjir membangun kolaborasi yang kuat dalam proses penanggulangan bencana tersebut.

Menurut dia, para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah juga perlu segera melakukan evaluasi daya dukung lingkungan di sejumlah daerah terdampak banjir di pesisir pantai utara Jawa guna mengantisipasi potensi ancaman di masa mendatang.

Terakhir, dia berharap upaya perbaikan infrastruktur dan lingkungan di sejumlah daerah terdampak banjir dapat dilakukan secara menyeluruh dan sistematis sehingga proses pembangunan yang dilakukan dapat mewujudkan kawasan yang lebih baik.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kondisi banjir yang melanda Kabupaten Demak memicu enam tanggul pembatas aliran sungai jebol.

Situasi itu mengakibatkan sebanyak 24.436 orang warga Kabupaten Demak, Jawa Tengah terpaksa mengungsi akibat banjir yang masih menggenangi tempat tinggal mereka hingga Kamis (21/3).

12 Ribuan Pengungsi

Terpisah, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengungkapkan untuk mempercepat proses surutnya genangan banjir di Kabupaten Demak, khususnya di Kecamatan Karanganyar dikerahkan sebanyak 22 unit mesin pompa penyedot air.

"Kapasitasnya tentu cukup besar karena mencapai 11.000 liter per detik untuk menyedot air genangan banjir," katanya saat mendampingi Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi pada acara penyerahan bantuan pangan untuk korban banjir di tempat pengungsian SD Negeri 3 Ngaluran Kecamatan Karanganyar Demak, Minggu (24/3).

Selain menyurutkan air banjir yang menggenangi permukiman warga, katanya, air yang menggenangi akses jalan di Jalur Pantura Demak-Kudus juga mulai surut, sehingga bisa dilalui kendaraan.

Nana Sudjana menjelaskan, hal terpenting adalah warga terdampak banjir yang mengungsi bisa segera pulang, sehingga bisa merayakan Lebaran di rumah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.