Cara Mengatasi Depresi dengan Keseimbangan Hidup ala Stoikisme, Apa Itu?
📅 Minggu, 24 Mar 2024, 11:45 WIB | Oleh: Tim PenulisDalam pandangan stoikisme, pentingnya fokus pada apa yang dapat kita kontrol adalah fondasi dari kebijaksanaan dan ketenangan batin. Sebab, meskipun kita tidak dapat mengendalikan peristiwa eksternal atau menghindari ketidakpastian, kita memiliki kendali penuh atas bagaimana kita meresponsnya.
Manfaat stoikisme
Setidaknya ada empat manfaat yang bisa kita dapatkan dari prinsip stoikisme dalam menjalankan hidup di tengah gempuran transformasi teknologi yang cepat dan masif.
Pertama, stoikisme menekankan pentingnya mengelola reaksi emosional kita terhadap peristiwa-peristiwa yang berada di luar kendali kita. Sebagai contoh, ketika kita menerima berita buruk atau menghadapi situasi sulit, kita diajak untuk mengendalikan respons emosional kita, sehingga kita dapat menjaga ketenangan dan menghindari terjerumus dalam perasaan negatif yang dapat berdampak pada kesejahteraan mental dan fisik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua, stoikisme mendorong kita untuk secara teratur merenungkan tindakan dan perilaku kita sehari-hari. Dengan menerapkan prinsip ini, kita akan mampu membuat keputusan yang lebih bijaksana dan memahami bagaimana tindakan kita memengaruhi diri kita sendiri dan orang lain.
Ketiga, stoikisme mengajarkan kita untuk membedakan antara hal-hal yang berada dalam kendali kita (seperti sikap dan tindakan kita) dan hal-hal yang berada di luar kendali kita (seperti tindakan orang lain atau perubahan tak terduga). Niscaya, prinsip ini dapat membantu kita untuk tidak terlalu terbebani oleh kekhawatiran terhadap hal-hal yang tidak dapat kita kontrol, sehingga kita dapat lebih fokus dan efektif dalam mengelola aspek-aspek yang dapat kita pengaruhi.
Keempat, stoikisme mengajarkan pentingnya berempati terhadap orang lain dan melihat kemanusiaan dengan lebih purna. Prinsip ini dapat membantu kita untuk menjadi lebih baik dalam mendukung dan memahami pengalaman orang lain. Saat kita mempraktikkan empati dan kepedulian, kita dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan lebih positif dengan orang-orang di sekitar kita.
Sebaiknya Anda baca juga:
Popularitas stoikisme di Indonesia
Di Indonesia sendiri, stoikisme sudah dikenal luas dan menjelma jadi "mantra" untuk hidup bahagia. Di kalangan anak muda, aliran ini sudah cukup populer .
Buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring yang menjabarkan tentang "mahzab" stoikisme dan praktiknya dalam kehidupan sehari-hari ini sudah mencapai cetakan ke-50. Bahkan tidak sedikit komunitas yang telah melakukan diskusi membahas buku ini. Narasi mengenai stoikisme juga dapat dengan mudah kita temukan di sejumlah saluran YouTube, mulai dari yang dibawakan oleh Ferry Irwandi, Raditya Dika, hingga Marissa.
Dari narasi yang beredar, banyak dari penikmat stoikisme merasa bahwa aliran filsafat ini nyata memberikan kedamaian dan ketenangan dalam hidup, memberikan mereka panduan untuk mengatasi kecemasan, stres, dan ketidakpastian.
Dengan kata lain, stoikisme dapat menjadi pencerahan dalam dunia yang tidak pernah berhenti berputar, menawarkan landasan yang kuat untuk mencapai kesejahteraan dan kedamaian dalam kehidupan yang tunggang langgang.
Dengan mencoba menerapkan prinsip-prinsip stoikisme, kita dapat menemukan ketenangan batin dalam menghadapi tantangan hidup dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna, secara khusus bagi kamu para pejuang mental health di manapun kamu berada.![]()
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!