Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengenal Kemoterapi Preventif, Pengobatan Kanker yang Dijalani Kate Middleton

📅 Sabtu, 23 Mar 2024, 14:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengenal Kemoterapi Preventif, Pengobatan Kanker yang Dijalani Kate Middleton Doc: BBC/Getty Images
Ket. Raja Charles III terlihat bersama Putri Wales pada event tahun 2022.

PARIS - Catherine, Putri Wales, mengumumkan pada Jumat (22/3), dia menjalani kemoterapi preventif (pencegahan) untuk mengobati kanker yang ditemukan setelah dia menjalani operasi perut.

Meskipun situasi pastinya sulit ditentukan karena putri berusia 42 tahun itu tidak mengungkapkan sifat kankernya, berikut penjelasan mengenai kemoterapi pencegahan.

Apa itu Kemoterapi?

Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan yang ampuh untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker, pembelahan, dan pembentukan lebih banyak sel.Ada banyak jenis kemoterapi, tergantung pada kankernya, seberapa jauh penyebarannya, dan cara pengobatannya.

Karena pengobatan ini tidak dapat membedakan sel-sel yang berbeda, pengobatan ini akhirnya membunuh beberapa sel yang bermanfaat, seperti sel darah putih, sehingga menyebabkan beberapa efek samping.

Mengapa Bersifat Preventif?

Kemoterapi preventif sering kali digunakan setelah operasi untuk "mengurangi kemungkinan" kambuhnya kanker, kata Kimmie Ng, ahli onkologi di Dana-Farber Cancer Institute di Amerika Serikat kepada AFP.

Bahkan setelah operasi berhasil, "sel kanker mikroskopis dapat tetap bersembunyi di dalam tubuh dan tidak dapat dideteksi dengan tes yang ada saat ini," kata Lawrence Young, profesor onkologi molekuler di Universitas Warwick.

Ini "seperti mengepel lantai dengan pemutih ketika Anda menumpahkan sesuatu di atasnya," kata Andrew Beggs, seorang ahli bedah kanker di Universitas Birmingham, kepada Science Media Centre.

Efek Samping?

Pengaruh kemoterapi terhadap seseorang dapat bervariasi tergantung pada jenis kanker, pengobatan, dan orangnya.

Namun efek samping yang umum terjadi adalah kelelahan, mual, diare, kehilangan nafsu makan, dan peningkatan risiko infeksi.

Beberapa efek samping yang lebih jarang dan lebih parah dapat berupa sepsis dan kerusakan organ vital.

Berapa Lama?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.