Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB Pertimbangkan Resolusi untuk Atasi Potensi Risiko dan Manfaat AI

📅 Kamis, 21 Mar 2024, 12:21 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Algoritme yang didominasi laki-laki dapat memprogram kesenjangan ke dalam aktivitas mulai dari perencanaan kota, pemeringkatan kredit, hingga pencitraan medis di tahun-tahun mendatang," katanya.

Gowan dari International Crisis Group mengatakan dia tidak "berpikir AS ingin Guterres memimpin pembicaraan ini, karena hal ini sangat sensitif" dan oleh karena itu "melakukan intervensi untuk membentuk perdebatan."

Perlombaan untuk menjadi yang terdepan dalam masalah ini sedang berlangsung di antara berbagai negara anggota PBB, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Korea Selatan .

Pada bulan Oktober, Gedung Putih meluncurkan peraturan untuk memastikan Amerika Serikat memimpin dalam regulasi AI, dan Presiden Joe Biden menekankan perlunya mengatur teknologi tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.