Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Blinken: AS Tetap Berkomitmen Bela Filipina

📅 Kamis, 21 Mar 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Blinken: AS Tetap Berkomitmen Bela Filipina Doc: AFP/EVELYN HOCKSTEIN
Ket. Pertemuan Blinken-Marcos Jr l Menlu AS, Antony Blinken (kiri) saat bertemu dengan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, di Istana Kepresidenan Malacanang di Manila, Selasa (19/3). Dalam pertemuan itu, Blinken dan Marcos Jr membahas hubungan bilateral dan sengketa LTS.

MANILA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, mengatakan bahwa AS memegang teguh komitmennya yang kuat untuk membela sekutu lamanya, Filipina, dari serangan bersenjata di Laut Tiongkok Selatan (LTS).

Kunjungan Blinken ke Manila adalah bagian dari tur singkat Asia untuk memperkuat dukungan AS terhadap sekutu regional yang melawan Tiongkok yang mengklaim hampir seluruh wilayah LTS dan mengesampingkan klaim-klaim yang bersaing dari beberapa negara Asia tenggara termasuk Filipina, serta keputusan internasional yang menyatakan klaimnya itu tidak berdasar.

Janji Blinken itu menyusul insiden baru-baru ini yang melibatkan kapal Filipina dan Tiongkok di dekat terumbu karang yang disengketakan di lepas pantai negara Asia tenggara tersebut, termasuk tabrakan.

"Jalur air ini penting bagi Filipina, bagi keamanannya, bagi perekonomiannya, namun juga penting bagi kepentingan kawasan, AS, dan dunia," kata Menlu Blinken pada konferensi pers bersama mitranya dari Filipina, Enrique Manalo, pada Selasa (19/3).

"Itulah sebabnya kami mendukung Filipina dan memegang teguh komitmen pertahanan kami yang kuat, termasuk berdasarkan perjanjian pertahanan bersama," imbuh Menlu AS itu.

Kunjungan Blinken dilakukan menjelang pertemuan trilateral di Washington DC bulan depan antara Presiden AS, Joe Biden, Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, dan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida.

Saat mengumumkan pertemuan puncak tiga pihak dengan sekutu Asia-Pasifik, Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan para pemimpin itu akan mendorong visi bersama untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Para pejabat tinggi AS telah berulang kali mengatakan bahwa serangan bersenjata terhadap kapal-kapal publik, pesawat terbang, angkatan bersenjata, dan penjaga pantai Filipina, akan disikapi dengan mengacu pada perjanjian pertahanan bersama AS-Filipina tahun 1951 yang mewajibkan Washington DC untuk membela sekutunya.

Pernyataan Marcos Jr

Hubungan antara Washington DC dan Manila sempat bermasalah di bawah kepemimpinan mantan Presiden Rodrigo Duterte, yang lebih condong mendekat kepada Tiongkok. Namun, sejak Marcos mengambil alih kekuasaan, ia berupaya memperdalam kerja sama dengan AS dan negara-negara tetangga di kawasan, sambil melawan agresi Tiongkok terhadap kapal-kapal Filipina di LTS.

Dalam sebuah sesi wawancara denganBloombergdi Istana Malacanang di Manila pada 19 Maret lalu, Presiden Marcos Jr mengatakan ancaman terhadap negaranya akibat klaim luas Tiongkok di LTS semakin meningkat, namun ia berpendapat bahwa upaya pemerintahnya untuk menegaskan kedaulatan atas wilayah yang disengketakan tidak dimaksudkan untuk memulai konflik.

"Kami mencoba untuk menjaga keseimbangan," kata Marcos Jr. "Tantangannya adalah karena ancaman semakin besar, kita harus berbuat lebih banyak untuk mempertahankan wilayah kita," imbuh Presiden Filipina itu. AFP/ST/Bloomberg/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.