Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BI Pertahankan Proyeksi FFR Turun pada Semester II-2024

📅 Kamis, 21 Mar 2024, 17:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI Pertahankan Proyeksi FFR Turun pada Semester II-2024 Doc: ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak
Ket. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (jkiri) mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Maret 2024 di Jakarta, Rabu (20/3/2024).

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) tetap memproyeksikan suku bunga kebijakan Amerika Serikat (AS) atau Fed Funds Rate (FFR) akan turun pada semester II-2024. Sebab, inflasi AS saat ini masih jauh di atas sasaran.

"Untuk Fed Funds Rate, kami masih melihat kemungkinan-kemungkinan tetap di semester II-2024," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur BI Bulan Maret 2024 di Jakarta, Rabu (20/3).

Perry menjelaskan, proyeksi tersebut didasarkan pada kondisi inflasi di Amerika Serikat yang masih di atas sasaran, dan kemungkinan juga masih di atas sasaran di sepanjang 2025.

Sementara ada sejumlah pelaku pasar yang memperkirakan FFR akan mulai dipangkas pada Juni 2024. Namun, di sisi lain, ketidakpastian keuangan global masih membayangi.

Karenanya, BI juga masih tetap mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 6 persen.

"Kami juga baru akan melihat ruang terbukanya penurunan suku bunga BI-Rate itu di semester II-2024, itu baseline scenario," ujarnya.

Meski demikian, Perry mengatakan tidak menutup kemungkinan terbukanya ruang penurunan suku bunga BI-Rate sebelum semester II-2024. Namun, salah satu faktor utama yang mempengaruhi arah kebijakan suku bunga BI-Rate ke depan adalah inflasi.

BI meyakini bahwa kenaikan harga volatile food yang sekarang ini bersifat sementara karena faktor musiman akan turun sehingga inflasi Indeks Harga Konsumen akhir tahun 2024 masih akan terkendali dan inflasi inti juga masih akan tetap rendah.

Salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk menjaga inflasi adalah memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk inflasi volatile food dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) serta memastikan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, Perry mengatakan kebijakan bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BoJ) yang memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan ke level 0-0,1 persen, tidak berpengaruh terhadap pasar keuangan domestik termasuk nilai tukar rupiah.

Hal itu dikarenakan pergerakan nilai tukar mata uang di berbagai negara masih sangat ditentukan oleh kekuatan nilai tukar dolar AS yang masih cukup kuat.

Selain karena nilai tukar dolar AS yang kuat, dalam beberapa pekan terakhir tekanan terhadap nilai tukar rupiah meningkat terutama karena ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi sehingga mengakibatkan adanya aliran modal asing keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.