Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulu tangkis Komit Tekuni 'Sport Science'

📅 Rabu, 20 Mar 2024, 07:08 WIB | Oleh:
Bulu tangkis Komit Tekuni 'Sport Science' Doc: ANTARA/Azmi
Ket. memberikan keterangan I Sekretaris Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) M Fadil Imran memberikan keterangan pers di Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Selasa (19/3).

JAKARTA - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) akan fokus untuk memperbaiki sport science atau inovasi pengembangan prestasi berbasis data guna mendongkrak prestasi atlet di ajang internasional. Sekretaris Jenderal PP PBSI M Fadil Imran mengatakan selain di All England 2024, tim bulu tangkis Indonesia juga menuai hasil optimal di Orleans Masters.

Demikian juga dengan hasil Vietnam International Challenge yang digelar bersamaan. Capaian itu membuat perbaikan aspek nonteknis seperti sport science harus dilakukan secara terus-menerus. Dari All England, Orleans, dan Vietnam sudah terbaca pekerjaan rumah. PBSI harus memperbaiki aspek nonteknis.

"Pengurus juga serius dalam pengembangan lebih lanjut sektor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran," ujar Fadil dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (19/3). Semua hasil dalam ajang itu merupakan implementasi dari strategi Tim Ad Hoc Olimpiade Paris 2024 PBSI. Ini adalah fokus pada perbaikan peringkat atlet, serta inovasi melalui penerapan sport science dan tailor-made program.

Penerapan inovasi dijalankan dengan melakukan analisis performa dibantu teknologi video tagging dan data base. Kemudian, pembuatan profil performa atlet yang terukur secara kuantitatif, serta pelibatan pendekatan psikologi olahraga dalam latihan.

PBSI melihat perkembangan sejalan dengan strategi menghadapi Olimpiade. Semoga momentum hasil All England dan turnamen lain ini bisa dijaga sampai Paris guna melanjutkan tradisi emas Olimpiade.

Ketua Tim Ad Hoc Olimpiade Paris 2024 PBSI ini melanjutkan, di All England meraih dua gelar melalui Jonatan Christie sektor tunggal putra dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto ganda putra. Kemenangan itu menjadi spesial karena mengakhiri penantian 30 tahun untuk "all Indonesian final" sektor tunggal putra.

Sebelumnya, terjadi pada All England 1994 saat Hariyanto Arbi berhadapan dengan Ardy Bernardus Wiranata. Ganda putra juga tampil spesial karena Fajar/Rian mampu mempertahankan gelar yang direbut dalam All England edisi sebelumnya. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.