Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi Ungkap Depresi Picu Risiko Penyakit Jantung

📅 Minggu, 17 Mar 2024, 16:30 WIB | Oleh:
Studi Ungkap Depresi Picu Risiko Penyakit Jantung Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa depresi berdampak pada kesehatan jantung. Terutama, wanita yang depresi memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi dibandingkan dengan pria.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JACC, memiliki diagnosis depresi sebelumnya meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 39 persen pada pria, sedangkan risiko 64 persen pada wanita. Para peneliti berharap temuan mereka akan memberikan wawasan tentang perlunya menyesuaikan strategi pencegahan dan manajemen penyakit kardiovaskular (CVD) sesuai dengan faktor spesifik jenis kelamin.

"Identifikasi faktor spesifik jenis kelamin dalam efek buruk depresi terhadap hasil kardiovaskular dapat membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang ditargetkan untuk mengatasi risiko CVD spesifik yang dihadapi oleh pasien depresi. Pemahaman yang lebih baik akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk mengoptimalkan perawatan bagi pria dan wanita dengan depresi, yang mengarah pada peningkatan hasil CVD untuk populasi ini," kata Hidehiro Kaneko, penulis studi tersebut, dikutip dari Medical Daily, Kamis (14/3).

Penelitian sebelumnya telah menetapkan hubungan antara depresi dan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung, angina, stroke, dan kematian. Meskipun wanita dengan depresi ditemukan memiliki risiko relatif lebih tinggi untuk mengalami hasil kesehatan terkait jantung yang merugikan dibandingkan dengan pria, tidak ada bukti yang cukup mengenai dampaknya berdasarkan perbedaan jenis kelamin, dan mekanisme yang mendasari di balik fenomena ini belum sepenuhnya dipahami.

Untuk menguji hubungan antara depresi dan kejadian CVD selanjutnya, para peneliti melakukan penelitian kohort observasional yang melibatkan 4.125.720 peserta yang merupakan bagian dari basis data klaim asuransi Jepang. Para partisipan memiliki usia rata-rata 44 tahun dan sekitar 57 persen di antaranya adalah laki-laki.

Penelitian ini mengidentifikasi orang-orang yang mengalami depresi sebagai mereka yang didiagnosis secara klinis sebelum pemeriksaan kesehatan awal. Indeks massa tubuh (BMI), tekanan darah, dan nilai laboratorium puasa peserta juga dikumpulkan pada saat pemeriksaan. Hasil utama terdiri dari titik akhir komposit yang mencakup serangan jantung, nyeri dada, stroke, gagal jantung, dan fibrilasi atrium.

"Para peneliti menganalisis signifikansi statistik dari perbedaan karakteristik klinis antara partisipan dengan dan tanpa depresi. Hasilnya menunjukkan bahwa rasio bahaya depresi untuk CVD adalah 1,39 pada pria dan 1,64 pada wanita dibandingkan dengan peserta tanpa depresi," sebuah rilis menyatakan.

Menurut para peneliti, wanita mungkin memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi ketika mengalami depresi karena beberapa faktor. Wanita cenderung memiliki gejala depresi yang lebih parah dan menetap dibandingkan dengan pria, terutama selama periode perubahan hormon yang signifikan seperti kehamilan atau menopause.

Ketika mengalami depresi, kerentanan wanita yang lebih tinggi terhadap faktor risiko tradisional seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas, bersama dengan perbedaan dalam akses dan perawatan kesehatan antara jenis kelamin, serta faktor biologis spesifik jenis kelamin, semuanya dapat berkontribusi pada peningkatan risiko.

"Studi kami menemukan bahwa dampak perbedaan jenis kelamin pada hubungan antara depresi dan hasil kardiovaskular konsisten. Para profesional kesehatan harus menyadari peran penting depresi dalam pengembangan CVD dan menekankan pentingnya pendekatan komprehensif yang berpusat pada pasien untuk pencegahan dan penanganannya. Menilai risiko CVD pada pasien depresi dan mengobati serta mencegah depresi dapat menurunkan kasus CVD," tutur Kaneko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Olahraga
Kalah dari Persija, Pelatih...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.