Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Kolaborasi, Pemkot Probolinggo Gandeng BRIN Cari Solusi Permasalahan Sampah

📅 Sabtu, 16 Mar 2024, 00:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kolaborasi, Pemkot Probolinggo Gandeng BRIN Cari Solusi Permasalahan Sampah Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Kota Probolinggo
Ket. Sekda Kota Probolinggo Ninik Ira W. memimpin rapat secara daring dengan pihak BRIN di Ruang Command Center, Jumat (15/3/2024).

Kota Probolinggo - Pemerintah Kota Probolinggo menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mencari solusi permasalahan sampah yang semakin meningkat volume nya di Taman Pemrosesan Akhir (TPA) Bestari Kota Probolinggo, Jawa Timur.

"TPA Bestari saat ini menampung sekitar 60 persen sampah organik dan 40 persen sampah non-organik," kata Sekretaris daerah Kota Probolinggo Ninik Ira Wibawati saat memimpin rapat konsultasi teknis secara daring dengan pihak BRIN di Ruang Command Center Kota Probolinggo, Jumat.

Semakin meningkatnya volume sampah di TPA Bestari dari waktu ke waktu mendapat atensi khusus dari Pemerintah Kota Probolinggo karena diperkirakan pada April 2024 kondisi tempat pengolahan sampah yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat itu akan mengalami overload.

Menurutnya kapasitas TPA yang terbatas dan pengelolaan yang belum optimal menyebabkan berbagai permasalahan seperti penumpukan sampah dan pencemaran lingkungan.

"Melalui rapat konsultasi teknis itu, kami berharap Pemkot Probolinggo mendapat saran yang tepat dan efektif untuk mengelola sampah," tuturnya.

Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN Lukman Shalahuddin yang mengikuti rapat yang dilaksanakan secara daring dengan topik bahasan mengenai Fasilitasi Kajian Dan Pendanaan Persampahan di Kota Probolinggo.

"Berawal dari permasalahan itu, kami mencoba untuk berkonsultasi dan bekerjasama dengan BRIN dengan harapan dapat saran, masukan serta langkah-langkah apa saja yang diperlukan Pemkot Probolinggo dalam menangani sampah tersebut," katanya.

Kepala DLH Lumajang Retno Wandansari mengatakan saat ini ketinggian sampah yang berada di Jalan Anggrek tersebut sudah mencapai 18 meter dengan kemiringan sekitar 60 derajat, sehingga hal itu berpotensi menyebabkan bencana longsor.

Sementara itu, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN Lukman Shalahuddin mengapresiasi Pemkot Probolinggo karena telah cukup waspada terhadap permasalahan sampah.

"BRIN memiliki banyak periset yang siap berkolaborasi dengan pemkot untuk mewujudkan ekosistem inovatif melalui pendekatan integratif," ujarnya.

Ia mengatakan solusinya harus menggunakan pendekatan integratif yakni dilihat dari pengelolaan tata ruang, infrastruktur, sumber daya energi, dan pemukimannya, lalu dicari solusi jangka pendek untuk permasalahan krusial dan jangka panjang untuk menciptakan tindakan preventifnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.