Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dollar Waspada, Yen Menguat Mendekati Level Tertinggi

📅 Selasa, 12 Mar 2024, 11:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dollar Waspada, Yen Menguat Mendekati Level Tertinggi Doc: ANTARA/Shutterstock
Ket. Ilustrasi - Uang kertas Dolar AS dan Yen Jepang.

SINGAPURA - Dollar bertahan stabil pada hari Selasa (12/3) menjelang rilis data inflasi utama AS hari ini, sementara yen menguat mendekati level tertinggi satu bulan karena meningkatnya ekspektasi Bank of Japan akan menghentikan suku bunga negatif pada awal minggu depan.

Dalam mata uang kripto, bitcoin berada di atas $72.000 dan hanya tinggal selangkah lagi untuk melampaui rekor tertinggi yang dibuat di sesi sebelumnya.

Terhadap dollar, euro mundur dari level tertinggi dalam dua bulan yang dicapai minggu lalu dan terakhir dibeli $1,0931.Sterling naik 0,08 persen menjadi $1,2822, meskipun masih jauh dari level tertinggi dalam tujuh bulan pada hari Jumat.

Pergerakan mata uang melemah dan greenback menghentikan penurunannya menjelang pembacaan inflasi AS pada hari Selasa yang akan memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai seberapa cepat Federal Reserve dapat memulai siklus pelonggaran suku bunganya tahun ini.

Walaupun ekspektasi harga konsumen inti meningkat 0,3 persen secara bulanan di bulan Februari, investor akan mencermati setiap kejutan kenaikan seperti yang terjadi di bulan Januari, yang dapat menggagalkan laju penurunan suku bunga The Fed.

"Jika kita mendapatkan suku bunga sebesar 0,2 persen, saya pikir pasar akan kembali memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga The Fed pada bulan Mei yang pertama, dan jika kita mendapatkan suku bunga sebesar 0,4 persen, saya pikir pasar akan menimbulkan keraguan terhadap suku bunga Fed. pemotongan pada awal Juni," kata Ray Attrill, kepala strategi FX di National Australia Bank (NAB).

"Jadi dalam hal ini, saya pikir tepat untuk berpikir bahwa akan ada tingkat sensitivitas pasar yang tinggi terhadap hal lain selain angka inti sebesar 0,3 persen."

Dollar Australia naik 0,01 persen menjadi $0,6615, sedangkan dollar Selandia Baru melemah 0,02 persen menjadi $0,61685.

Indeks dollar sedikit berubah pada 102,80, setelah mencapai titik terendah dalam dua bulan di 102,33 pada minggu lalu.

Jatuhnya greenback terjadi karena meningkatnya spekulasi bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunga pada bulan Juni, terutama setelah komentar dari Ketua Fed Jerome Powell pekan lalu memperkuat ekspektasi tersebut.

Data pekerjaan yang dirilis pada hari Jumat juga menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja di negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut melemah karena tingkat pengangguran meningkat ke level tertinggi dalam dua tahun sebesar 3,9 persen pada bulan Februari.

Pergeseran BOJ

Di Asia, beredarnya spekulasi bahwa BOJ akan beralih dari pengaturan kebijakan ultra-longgarnya pada pertemuan kebijakan minggu depan membuat yen tetap mendapat dukungan.

Terhadap dollar, yen stabil di 146,94, tidak jauh dari level tertinggi satu bulan pada hari Jumat di 146,48.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.