Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD: 2.198 Rumah Warga Terdampak Banjir di Kota Kendari

📅 Jumat, 08 Mar 2024, 15:38 WIB | Oleh:
BPBD: 2.198 Rumah Warga Terdampak Banjir di Kota Kendari Doc: ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra
Ket. Mobil Bantuan air bersih saat akan menyalurkan bantuan di lokasi banjir.

KENDARI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan bahwa sebanyak 2.198 unit rumah warga terdampak bencana alam banjir di Kota Kendari, pada Rabu (6/2) lalu.

Kepala BPBD Kota Kendari Fadlil Suparman saat ditemui di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa berdasarkan data sementara yang dimiliki oleh BPBD Kota Kendari, seribuan rumah warga yang terdampak itu terdapat di 10 kecamatan yaitu Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Mandonga, Puuwatu, Kadia, Wuawua, Baruga, Poasia, Abeli, dan Nambo.

Dia menyebutkan di Kecamatan Kendari Barat terdapat sebanyak 563 rumah, kemudian di Kecamatan Kendari Barat terdapat 561 rumah, Kecamatan Mandonga 230 rumah, Kecamatan Puuwatu 31 rumah, Kecamatan Kadia 129 rumah, Kecamatan Wuawua 566 rumah, dan Kecamatan Baruga 58 unit rumah.

Kemudian di Kecamatan Poasia sebanyak 13 rumah, Kecamatan Abeli 20 rumah, dan Kecamatan Nambo 27 rumah, ujarnya.

Selain rumah warga, terdapat juga beberapa fasilitas umum yang terdampak bencana tersebut, di antaranya Lurah Mata, Kecamatan Kendari, satu sekolah, dan satu rumah sakit di Kelurahan Sodohoa, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Fadlil mengungkapkan bahwa selain bencana banjir, beberapa wilayah di Kota Kendari juga terjadi bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Kendari dan Kendari Barat.

"Begitu juga untuk pohon tumbang terjadi di beberapa wilayah akibat cuaca yang begitu ekstrem," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa data tersebut merupakan data sementara yang dipegang oleh Pemkot Kendari. Tidak menutup kemungkinan jumlah rumah ataupun kepala keluarga yang menjadi korban bencana alam itu akan bertambah.

"Jumlah itu belum kita validasi lagi, karena untuk di beberapa wilayah itu tertulis sekian, ternyata di lapangan ternyata banyak," tambah Fadlil Suparman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

19 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

19 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Nasional
PT KAI Siapkan 472.659 Tike...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.