Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

31.000 UMKM Jabodetabek Aktif di Pasar Digital

📅 Jumat, 08 Mar 2024, 04:00 WIB | Oleh:
31.000 UMKM Jabodetabek Aktif di Pasar Digital Doc: ANTARA/Azmi Samsul Maarif
Ket. Executive Vice President Digital Business & Technology, PT Telkom Indonesia Komang Budi Aryasa saat memberikan sambutan dalam pembukaan Business Matching PaDI UMKM Jabodetabek-Banten 2024 di Tangerang Selatan.

TANGERANG - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jabodetabek sudah banyak yang aktif di pasar digital (Padi). Executive Vice President Digital Business & Technology, PT Telkom Indonesia, Komang Budi Aryasa, menyebutkan jumlahnya mencapai 31.000 lebih.

"Untuk pelaku UMKM Jabodetabek-Banten tercatat sebanyak 31.000 bergabung dengan pasar digital UMKM," jelas Komang. Dia mengatakan ini usai menghadiri acara bertajuk "Business Matching Padi UMKM Jabodetabek-Banten 2024" di Tangerang, Kamis.

Menurutnya, perkembangan sektor usaha kecil menengah yang bergabung dalam platform PaDI ini terus mengalami peningkatan. Bahkan, pascapandemi Covid-19 UMKM Indonesia terjadi tren peningkatan.

"Setelah Indonesia dihantam Covid-19 memang terjadi peningkatan, khususnya sektor UMKM. Tahun 2023 lalu saja nilai transaksinya mencapai 5,5 triliun di platform Padi," katanya.

Komang menyebutkan, Padi UMKM merupakan wujud nyata dari upaya Kementerian BUMN menjaring UMKM Indonesia. Platform tersebut bertujuan meningkatkan daya saing UMKM menuju pasar global dengan memanfaatkan teknologi.

"Saat ini masih banyak juga UMKM yang belum bergabung. Kami mengajak mereka ikut serta dalam program Padi. Begitu pula teman-teman BUMN akan kami optimalkan lagi tentang kebutuhan transaksi," ujarnya.

Selain tingkat keikutsertaan UMKM di platform Padi, nilai transaksi sektor usaha kecil menengah juga tinggi. Bulan Januari 2024 saja angkanya mencapai 148 miliar. "Nilai transaksi itu hanya periode dalam satu bulan Januari 2024. Tapi impact dari satu bulan ini akan terus bergulir," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Komang menyebutkan bahwa acara business matching Padi UMKM merupakan sarana para pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk kepada masyarakat.

Selain itu, Padi UMKM merupakan marketplace yang menyediakan produk-produk pilihan dari para vendor UMKM Indonesia. Produk mereka telah dikurasi agar dapat memenuhi standar kebutuhan pengadaan perusahaan BUMN.

"Harapan kami sebetulnya untuk bisa membawa sektor UMKM go global, seperti beberapa aktivitas kami mengangkat beberapa produk dapat diekspor," jelasnya.

Uji Pangan

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang telah menguji sebanyak 206 sampel pangan dalam inspeksi mendadak (sidak) pengawasan pangan terpadu menjelang puasa tanggal 4-6 Maret. "Hasilnya, DKP Kota Tangerang mendapati 94,17 persen produk pangan yang telah diuji dinyatakan aman, tidak mengandung zat kimia berbahaya," kata Kepala DKP Kota Tangerang, Muhdorun Kamis.

Dia menjelaskan, jenis pangan yang diuji di antaranya pangan pertanian, peternakan, perikanan, dan olahan. Pengujian dilakukan Tim gabungan Pemkot Tangerang seperti Dinkes, BPOM, hingga Kepolisian. Dia bersama Tim Gabungan Pemkot Tangerang yang terdiri atas instansi terkait telah menuntaskan sidak Pengawasan Pangan Terpadu menjelang Ramadan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.