Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penjaga Pantai Tiongkok Tabrak Kapal Filipina

📅 Rabu, 06 Mar 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penjaga Pantai Tiongkok Tabrak Kapal Filipina Doc: AFP/Philippine Coast Guard
Ket. Gunakan Meriam Air l Kapal Penjaga Pantai Tiongkok (kanan) menyemprotkan meriam air ke kapal Filipina, Unaizah May 4, yang hendak mengirimkan pasokan dekat Second Thomas Shoal di LTS pada Selasa (5/3). Konfrontasi ini kian memanaskan pertikaian antara Manila dan Beijing.

MANILA - Filipina pada Selasa (5/3) mengatakan bahwa kapal-kapal Penjaga Pantai Tiongkok telah menabrak dua kapal Filipina dan menyemprotkan meriam air terhadap sebuah kapal lainnya hingga menyebabkan empat awak terluka. Insiden itu terjadi saat kapal-kapal Filipina itu sedang melaksanakan misi pengiriman pasokan di Laut Tiongkok Selatan (LTS)

Manila memanggil perwakilan Tiongkok atas insiden tersebut, yang terjadi di perairan sekitar Second Thomas Shoal di Kepulauan Spratly di mana negara-negara tersebut memperebutkan klaim maritimnya.

Satuan tugas pemerintah Filipina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal Penjaga Pantai Tiongkok dan milisi maritim Tiongkok telah mengganggu, memblokir, menyemprotkan meriam air, serta melakukan manuver berbahaya ilegal dalam upaya menghalangi atau menghambat misi pengiriman pasokan dan rotasi rutin.

Sementara itu Penjaga Pantai Tiongkok mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan pengendalian terhadap "intrusi ilegal" kapal Filipina di perairan sekitar dangkalan tersebut.

"BRP Sindangan, bersama dengan kapal sejenisnya, telah dikerahkan untuk mendukung kapal sewaan Unaizah May 4 dan Unaizah May 1 yang membawa tentara pengganti dan perbekalan ke Second Thomas Shoal, tempat pasukan Filipina ditempatkan di kapal Angkatan Laut Filipina yang sengaja dikandaskan, BRP Sierra Madre.

"Empat awak kapal Unaizah May 4 terluka ketika dua kapal Penjaga Pantai Tiongkok secara bersamaan menyemprotkan meriam air ke kapal tersebut, sehingga kaca depannya pecah," lapor Satuan Tugas Nasional untuk Laut Filipina Barat dalam sebuah pernyataan.

Dikatakan pula bahwa sebuah kapal Penjaga Pantai Tiongkok juga menyebabkan tabrakan ringan dengan kapal Unaizah May 4, yang terpaksa harus kembali ke tepi pantai tanpa mengirimkan muatannya. Sementara kapal Unaizah May 1 berhasil menurunkan perbekalannya, yang menjadi andalan pasukan di BRP Sierra Madre untuk kelangsungan hidup mereka.

Sebelumnya pada pagi hari, satuan tugas menambahkan, sebuah kapal Penjaga Pantai Tiongkok juga menyebabkan tabrakan ringan terpisah dengan salah satu kapal Penjaga Pantai Filipina yang mengawal kapal pengirim pasokan.

Tanggapan Tiongkok

Juru bicara Penjaga Pantai Tiongkok, Gan Yu, menuduh kapal Penjaga Pantai Filipina secara sengaja menabrak kapal Tiongkok, sehingga menyebabkan kerusakan ringan. Sedangkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, mengatakan Beijing telah menyatakan protes keras atas insiden dengan kapal-kapal Filipina yang berusaha mengangkut perlengkapan konstruksi dan bahan bangunan ke kapal Sierra Madre yang sudah usang.

Di lain pihak, Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan mereka telah menyampaikan kepada wakil kepala misi Kedutaan Besar Tiongkok, Zhou Zhiyong, bahwa tindakan agresif yang dilakukan Penjaga Pantai Tiongkok dan kapal-kapal lainnya tidak dapat diterima. Kementerian itu lalu memerintahkan kapal-kapal Tiongkok untuk segera meninggalkan sekitar terumbu karang.

Insiden ini terjadi sehari setelah Menteri Luar Negeri Filipina, Enrique Manalo, meminta Tiongkok untuk berhenti melecehkan negaranya, ketika ia membela strategi Manila yang mempublikasikan manuver Tiongkok di LTS.

Tabrakan dan penyemprotan meriam air pada Selasa terjadi setelah insiden serupa pada Desember lalu. Konfrontasi tersebut merupakan yang paling intens antara kapal Filipina dan Tiongkok selama bertahun-tahun.

Hubungan antara Manila dan Beijing memburuk di bawah kepemimpinan Presiden Ferdinand Marcos Jr, yang berupaya meningkatkan hubungan dengan sekutu tradisionalnya yaitu Amerika Serikat dan memperdalam kerja sama pertahanan di kawasan serta menentang tindakan Tiongkok di LTS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
DPR Desak Evaluasi Sistem P...

Upaya Merapikan Kabel Utilitas di Kota Bogor

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Merapikan Kabel Utili...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Jalani Pemulih...
Luar Negeri
Kelompok Houthi Serang Aramco
Luar Negeri
Deforestasi Global Melambat...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.