Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BKKBN Berupaya Tekan Angka Melahirkan Muda Cegah Stunting

📅 Rabu, 06 Mar 2024, 16:01 WIB | Oleh:
BKKBN Berupaya Tekan Angka Melahirkan Muda Cegah Stunting Doc: ANTARA/Fitra Ashari
Ket. Plt. Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Marianus Mau Kuru dalam diskusi kampanye pentingnya ASI di Jakarta, Rabu (6/3)

Jakarta --Plt. Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Marianus Mau Kuru mengatakan pihaknya terus berupaya menekan angka hamil dan melahirkan pada remaja agar tidak melahirkan anak stunting."Untuk seorang perempuan dari aspek kesehatan dia panggulnya belum siap, organ reproduksinya belum siap kemungkinan bisa melahirkan anak stunting," kata Marianus dalam diskusi edukasi pentingnya ASI di Jakarta, Rabu.Marianus mengatakan data BKKBN menunjukkan sekitar 19-20 persen anak remaja usia 15-19 tahun melakukan pernikahan dini, sehingga dalam 10 juta anak remaja turut menyumbangkan angka kelahiran stunting karena organ reproduksi dan kesiapan tubuhnya yang belum stabil.Remaja perempuan yang melakukan hubungan seksual di usia belasan juga berpotensi mengalami kanker leher rahim pada lima hingga 10 tahun ke mdepan. Dari aspek psikologis, ibu yang melahirkan terlalu muda juga belum siap menjadi ibu yang bertanggung jawab, dan kehidupan rumah tangganya juga akan bermasalah pada aspek ekonomi jika suami belum bekerja atau belum selesai bersekolah.

Risiko lain jika melahirkan di usia remaja adalah meningkatkan angka kematian ibu dan bisa terjadi kekerasan dalam rumah tangga jika kebutuhan ekonomi tidak terpenuhi."Bisa terjadi kekerasan karena ekonomi tidak terpenuhi, atau masa depan anak tidak bisa diurus, tidak bisa sekolah, sampai pada bunuh diri karena stres," katanya.BKKBN terus mengampanyekan bahwa berkeluarga harus direncanakan dengan matang sehingga membentuk keluarga yang bahagia dan sejahtera. Kampanye yang dilakukan dengan edukasi ke sekolah dan kampus tak hanya remaja dengan kondisi sehat namun juga menyasar pada remaja disabilitas.BKKBN juga menekankan risiko anak lahir stunting di beberapa provinsi dengan pendampingan dari bidan atau kader KB untuk memberikan penyuluhan dan edukasi pencegahan stunting mulai dari remaja, calon pengantin hingga ibu hamil dan pasca melahirkan."Maka setiap pernikahan di persiapkan dengan baik dari aspek ekonomi, kesehatan dan lain-lain agar tidak jadi beban negara, anak lahir stunting dan perceraian, maka ada tindakan penanganan, yang berisiko kita lakukan preventif atau pencegahan," kata Marianus.Marianus juga mengingatkan remaja untuk menghindari seks bebas sebelum menikah, tidak melakukan pernikahan dini dan menghindari rokok serta narkotika. Bagi calon pengantin yang akan menikah, harus mempersiapkan kesehatan setidaknya 3-6 bulan sebelum konsepsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.