Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Australia segera Sediakan Rp20,4 Triliun untuk Investasi di Asean

📅 Rabu, 06 Mar 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Australia segera Sediakan Rp20,4 Triliun untuk Investasi di Asean Doc: ISTIMEWA
Ket. PM Australia, Anthony Albanese (kanan) bersama PM Singapura, Lee Hsien Loong pada KTT Khusus Asean-Australia 2024, Selasa (5/3).

MELBOURNE - Australia, pada Selasa (5/3), mengatakan negara itu akan menyediakan fasilitas keuangan senilai dua miliar dollar Australia atau sekitar 20,4 triliun rupiah untuk meningkatkan perdagangan dan investasi di Asia Tenggara (Asean), seiring upaya mereka untuk memperdalam hubungan di kawasan di mana banyak pihak juga mencari cara untuk mencari penghasilan dengan Tiongkok yang lebih agresif.

Dikutip dari The Straits Times, dana tersebut akan fokus pada energi dan infrastruktur ramah lingkungan serta memberikan pinjaman, jaminan, ekuitas, dan asuransi.

Australia akan memberikan tambahan dana sebesar 140 juta dollar Australia untuk memperluas program yang sudah ada, yaitu memberikan masukan kepada wilayah tersebut mengenai proyek-proyek infrastruktur.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengumumkan dana tersebut, yang direkomendasikan pada tahun 2023 oleh utusan Australia untuk wilayah tersebut, dalam pidatonya pada Selasa di hadapan para pemimpin bisnis pada KTT Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau Association of Southeast Asian Nations (Asean) di Melbourne.

"Australia dan Asia Tenggara harus bersama-sama menghadapi momen ini dengan rasa optimisme dan urgensi. Karena walaupun masih banyak potensi yang belum tergali, tidak ada waktu yang tidak terbatas. Kita harus bertindak bersama, dan kita harus bertindak sekarang," ujar Albanese.

Nilai Perdagangan

Menurut Albanese, jumlah nilai perdagangan dua arah antara Australia dan negara-negara Asean melampaui 178 miliar dollar AS pada tahun 2022, lebih besar dari Jepang atau Amerika Serikat.

Australia menjadi tuan rumah KTT Asean, yang menandai peringatan 50 tahun hubungan Australia dengan blok itu, di tengah meningkatnya pengakuan di Canberra bahwa kawasan ini perlu dikembangkan pada saat meningkatnya ketegasan Tiongkok sedang membentuk kembali Indo-Pasifik.

Sikap terhadap Tiongkok di seluruh kawasan beranggotakan 10 negara tersebut bersifat waspada sekaligus hangat. Perdana Menteri Filipina, Ferdinand Marco Jr, mengatakan kepada audiensi di Melbourne bahwa negaranya akan meningkatkan hubungan keamanannya dengan AS dan menolak ketika Tiongkok mengabaikan hak maritimnya di Laut Tiongkok Selatan.

Namun, pada konferensi pers bersama dengan Albanese beberapa jam sebelumnya, PM Malaysia, Anwar Ibrahim, mengkritik meningkatnya "fobia Tiongkok" di Barat.

Ketika ditanya oleh wartawan tentang dorongan Tiongkok untuk bergabung dengan kelompok perdagangan regional Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik atau Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), Albanese dan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, mengatakan keputusan apa pun akan diambil berdasarkan konsensus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.