Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tak Hanya El Nino, Beras Mahal Karena Rapuhnya Adaptasi Iklim Pertanian

📅 Selasa, 05 Mar 2024, 13:32 WIB | Oleh: Tim Penulis

Faktor pertama adalah eksposur, yaitu seberapa sering dan parah kejadian cuaca di suatu wilayah.

El Nino 2023 lebih buruk dibandingkan periode-periode sebelumnya. Kejadian ini memperluas risiko kekeringan berikut gagal panen di kawasan pertanian yang biasanya tidak terdampak oleh perubahan cuaca. Sebagai contoh, di Pulau Jawa, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat jumlah bencana kekeringan per Agustus 2023 naik drastis ke 49 kejadian dari 2022 sebanyak 4 kejadian.

Kedua, sensitivitas, yang menunjukkan seberapa mudah sistem terpengaruh oleh suatu kejadian bencana. Sistem pertanian yang terintegrasi dengan ekosistem alami seringkali mampu menyerap efek dari variabilitas iklim dengan lebih baik karena menciptakan iklim mikro dalam ekosistem tersebut.

Sebagai contoh, pertanian padi di dalam ekosistem pertanian tradisional seperti di Kasepuhan Ciptagelar di Sukabumi cenderung tidak se-sensitif kawasan industri pertanian padi di pantai utara Jawa terhadap eksposur El Nino yang sama.

Ketiga, kapasitas adaptasi, yang menggambarkan bagaimana petani dapat memanfaatkan situasi yang ada tanpa memperburuk keadaan mereka. Sekalipun cuaca memiliki pengaruh yang sama terhadap produksi pertanian, dampak yang dirasakan oleh petani bisa jadi berbeda. Ini tergantung kapasitas yang mereka miliki dan cara-cara adaptasi yang dilakukan.

Studi oleh sosiolog pertanian asal Australia, Peter R. Brown, dan tim pada 2018 menguatkan bahwa kemampuan adaptasi petani terhadap variabilitas cuaca sangat bergantung pada faktor-faktor seperti ukuran lahan, pengalaman bertani, infrastruktur pendukung, dan akses terhadap sumber daya.

Dalam konteks ini, peran pemerintah dalam mengurangi sensitivitas sektor pertanian dan kemampuan adaptasi para pelaku pertanian menjadi faktor kunci pertanian padi menghadapi cuaca ekstrem.

Resep menaikkan ketangguhan

Mengingat pentingnya produksi padi di Indonesia, pemerintah perlu membuat kebijakan lebih tangguh mengatasi dinamika cuaca dan perubahan iklim.

Cara pikir business as usual dalam produksi pangan perlu kita tinggalkan untuk mengantisipasi dampak terburuk krisis iklim dan membangun keberlanjutan pangan.

Secara garis besar, setidaknya ada tiga rekomendasi langkah utama adaptasi perubahan iklim yang dapat diambil oleh pemerintah untuk sektor pertanian padi di Indonesia:

1. Pembangunan infrastruktur lokal

Pemerintah perlu membangun infrastruktur lokal yang sejalan dengan karakteristik sosio-ekologis di masing-masing wilayah. Setiap area di Indonesia memiliki karakteristik sosio-ekologis yang spesifik dan sensitivitas yang berbeda terhadap guncangan cuaca.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.