Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Restorator Muda Jepang Berupaya Hidupkan Lagi Patung Kayu Buddha Kuno

📅 Sabtu, 02 Mar 2024, 02:58 WIB | Oleh:
Restorator Muda Jepang Berupaya Hidupkan Lagi Patung Kayu Buddha Kuno Doc: sanjoudou-org
Ket. Lindungi Warisan Budaya | Trio restorator Sanjoudou yaitu Kasumi Imura, Ai Naka, dan Reiko Morisaki, memperlihatkan kerusakan sebuah patung kayu yang hendak mereka perbaiki di bengkel mereka yang ada di kota kecil Kanuma, Prefektur Tochigi, Jepang, beberapa waktu lalu. Bengkel Sanjoudou saat ini dipercaya untuk membantu melindungi warisan budaya Jepang. 

Merupakan sebuah pemandangan yang luar biasa menyaksikan tiga restorator perempuan muda sangat serius memugar sepasang patung kayu berusia ratusan tahun. Mereka mengikis lapisan cat yang pudar akibat sinar matahari di salah satu sudut bengkel kerja dan menggunakan resin untuk mengisi lubang-lubang yang digerogoti ulat di sudut lainnya.

Trio restorator berusia 30-an tahun itu adalah Ai Naka, Kasumi Imura, dan Reiko Morisaki yang membentuk Sanjoudou, sebuah bengkel yang khusus merestorasi patung kayu Buddha. Mereka mendirikan bengkel ini tujuh tahun lalu untuk membantu melindungi warisan budaya Jepang.

Naka dan Imura adalah alumni jurusan Konservasi Patung Kayu Buddha di Universitas Seni Tokyo. Sedangkan Morisaki mempelajari bidang Seni Media Rekam di Universitas Toyama. Ketiga perempuan ini pertama kali bertemu pada 2015 di situs Warisan Dunia di Nikko, Prefektur Tochigi. Mereka berada di sana untuk membantu merestorasi patung-patung Buddha setinggi 7,5 meter di Kuil Nikko Rinnoji.

Setelah proyek dua tahun itu selesai, trio itu menghadapi kenyataan buruk yaitu kelangkaan kerja bagi pelaku restorasi. "Kami hanya ingin terus melakukan pekerjaan restorasi, jadi saya mengusulkan kami mendirikan perusahaan sendiri," tutur Naka.

Mereka lalu menamakan usahanya Sanjoudou, yang dalam bahasa Jepang berarti memadukan kekuatan tiga pihak. Usaha ini dijalankan di Kanuma, sebuah kota kecil dekat Nikko di Prefektur Tochigi, Jepang, yang dikenal akan pabrik kayu dan industri perhutanan.

Kabar mengenai usaha unik mereka segera menyebar melalui media sosial dan media setempat. "Pertanyaan mulai berdatangan. Saya kaget mengetahui bahwa selain kuil, orang-orang yang memiliki patung Buddha juga mencari layanan restorasi," ucap Morisaki.

Sejak saat itu, mereka menerima dan melayani beragam jenis permintaan. Dengan meningkatnya reputasi Sanjoudou sebagai profesional terampil, pemilik kuil kecil bahkan meminta bantuan. Selama tujuh tahun terakhir, tercatat ketiga perempuan itu telah memugar lebih dari 70 patung kayu Buddha di seluruh Jepang.

Perajin Kapsul Waktu

Proses restorasinya padat karya dan rumit. Restorasi dimulai dengan fumigasi, pembongkaran, mengisi lubang yang digerogoti ulat, merekonstruksi bagian-bagian yang hilang, memperkuat struktur, merangkai kembali, serta mengecat ulang. Targetnya adalah membuat karya-karya itu bertahan hingga beberapa abad mendatang.

Salah satu proyek yang dirampungkan oleh mereka baru-baru ini adalah Kuil Kosaiji yang berusia 700 tahun yang ada di sebuah kota kecil di Prefektur Kanagawa. Di kuil ini terdapat patung Bodhisattva Jizo yang melambangkan dewa penjaga anak-anak dan telah ditetapkan sebagai benda warisan yang mengandung nilai budaya signifikan.

"Patung Bodhisattva Jizo ini dibuat dengan doa agar anak-anak tumbuh sehat serta kehadiran yang menenangkan bagi orang-orang yang datang untuk berdoa di sini, dari generasi ke generasi. Itu adalah hal yang penting dan itulah alasan saya merasa harus merestorasinya untuk mewariskannya kepada generasi-generasi mendatang," ucap Biksu Kepala di Kuil Kosaiji, Tamano Shinei.

Selama proses restorasi, mereka menemukan azimat di dalam torso patung itu yang menyatakan bahwa perbaikan terakhir patung itu dilakukan 300 tahun lalu.

Sanjoudou memastikan untuk memilih material yang paling cocok demi keawetan maksimum. Sesuai keinginan Biksu Tamano, mereka mempertahankan tampilan patung itu sambil memperbaiki aksesoris serta memperkuat interior agar tahan satu atau dua abad.

Sanjoudou juga memberikan laporan terperinci yang menjelaskan pekerjaan restorasi itu. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan agar generasi berikutnya tahu persis bagian mana yang telah diperbaiki dan material yang digunakan, daripada mengandalkan deduksi dan pengalaman, seperti yang umumnya dilakukan orang yang melakukan restorasi saat ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

44 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.